Home » Berita Rb » Perkuat Jejaring Kerja Sama Kepala Bbpom Di Pekanbaru Tanda Tangani Mou Dengan Bupati

Perkuat Jejaring Kerja Sama, Kepala BBPOM di Pekanbaru Tanda Tangani MoU Dengan Bupati Kepulauan Meranti

dan saing bangsa. Tentunya untuk mewujudkan ketersediaan Obat dan Makanan yang aman, bermutu, dan berkhasiat Badan POM tidak dapat bekerja sendiri (single player), dibutuhkan peran aktif dari seluruh stakeholder

Mengingat hal tersebut Kepala BBPOM di Pekanbaru, Yosef Dwi Irwan terus mengulirkan penggalangan kemitraaan dan jejaring kerja sama pengawasan Obat dan Makanan, salah satunya melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemda Kabupaten Kepulauan Meranti. Penandatangan MoU ini menjadi penting karena letak strategis Kab. Kepulauan Meranti yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura, selain ada sisi positif sebagai penggerak tumbuh kembang ekonomi daerah namun juga berpotensi masuknya produk Obat dan Makanan ilegal yang bersiko terhadap kesehatan. Belum lagi potensi kerugian negara karena produk masuk ke wilayah Indonesia tanpa membayar pajak.

MoU antara Badan POM dengan Pemerintah Kab. Kepulauan Meranti ditandatangani pada tanggal 26 Oktober 2021 bertempat di aula Balai Besar POM di Pekanbaru. Kegiatan juga dirangkai dengan penandatangan Perjanjian Kerja Sama antara BBPOM di Pekanbaru dengan 2 OPD di lingkungan Pemkab Kep. Meranti, yaitu : Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM.

Dalam sambutannya Bupati Kep. Meranti Bapak H. Muhammad Adil mengapresiasi penandatangan MoU dan PKS ini, tentunya peran penting Balai Besar POM di Pekanbaru dalam mengawal mutu dan keamanan Obat dan Makanan yang beredar di wilayah Kab. Kepulauan Meranti diharapkan dapat semakin paripurna. Beliau juga berharap proses pemberian izin edar BPOM dapat lebih cepat dan mudah, sehingga produk - produk UKM dari wilayah Kab. Kep. Meranti dapat beredar secara lebih luas. Bapak Bupati juga menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk dapat mendukung dan bersinergi dengan BBPOM di Pekanbaru terkait implementasi MoU dan PKS yang telah ditandatangani tersebut.

Adapun ruang lingkup kerja sama, meliputi :

Pengawasan dan tindak lanjut hasil pengawasan Obat dan Makanan serta bahan berbahaya;

Pembinaan dan sertifikasi sarana produksi industri rumah tangga pangan;

Pengujian laboratorium untuk contoh (sampel) obat dan makanan;

Pemberian komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat;

Penguatan Jejaring Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya secara Terpadu;

Pertukaran data fasilitas produksi, distribusi, pelayanan Obat dan Makanan serta bahan berbahaya.

 

Semoga dengan penandatangan kerja sama ini dapat lebih menguatkan sinergitas pengawasan serta meningkatkan daya saing pelaku usaha dalam upaya melindungi masyarakat dari Obat dan Makanan yang bersiko terhadap kesehatan untuk mendukung terwujudnya SDM yang sehat, kuat dan unggul khususnya di Kab. Kepulauan Meranti.


06/17/2022 - 06:19
Rapat Tinjauan Manajemen

Dalam rangka menerapkan sistem manajemen mutu berdasarkan ISO 9001:2015, pada hari Senin, tanggal 13 Juni, Balai POM di Manokwari telah melakukan Rapat Tinjauan Manajemen yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai POM di Manokwari, secara hybrid pada Ruang Rapat Balai POM di Manokwari.

06/10/2022 - 11:06
AUDIT INTERNAL QMS 9001:2015 DAN ISO/IEC 17025:2015 DI BPOM GORONTALO

Balai POM di Gorontalo telah melaksanakan Audit Internal QMS ISO 9001 : 2015 pada hari Selasa dan Rabu, 07-08 Juni 2022. Audit internal ini  dibuka langsung oleh Kepala Balai POM di Gorontalo, Agus Yudi Prayudana,S.Farm.,Apt., MM. dan  dihadiri oleh Tim Management Representative (MR), SPIP, dan seluruh kelompok substansi di Balai POM di Gorontalo. Selain itu, yang bertugas sebagai Tim Audit Internal Badan POM yakni dari Balai POM di Kendari dan Balai POM di Gorontalo yang diketuai oleh Asmin Alwi, S.Si.,Apt.

06/09/2022 - 21:22
Audit Internal QMS, Memotret Aktualisasi dan Potensi Perbaikan Berkelanjutan Sistem Manajemen Mutu Yang Dibangun

Audit Internal QMS, Memotret Aktualisasi dan Potensi Perbaikan Berkelanjutan Sistem Manajemen Mutu Yang Dibangun