Home » Berita Rb » Forum Komunikasi Monitoring Pelaporan Efek Samping Kosmetika Dalam Rangka Farmakovigilans

Forum Komunikasi Monitoring Pelaporan Efek Samping Kosmetika Dalam Rangka Farmakovigilans Bagi Pelaku Usaha

Bogor- Sebagai salah satu lembaga pengawas sekaligus lembaga yang memberikan pelayanan publik di bidang obat dan makanan, Badan POM menjalankan perannya dalam Sistem Pengawasan Obat dan Makanan melalui pengawasan pre-market dan post-market.

Pengawasan kosmetika tidak hanya menjadi tanggung jawab Badan POM sebagai regulator. Pelaku usaha kosmetika juga harus memiliki komitmen “sharing responsibility” dalam menjamin produk yang dihasilkan dan atau diedarkan senantiasa memenuhi keamanan, mutu dan kemanfaatan. Jaminan produk kosmetika oleh pelaku usaha tersebut tidak hanya pada saat kegiatan produksi dan atau distribusi berlangsung, namun juga meliputi kegiatan monitoring keamanan produk pada saat diedarkan dan digunakan oleh konsumen. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1176/MENKES/PER/VIII/2010 Tahun 2010 tentang Notifikasi Kosmetika disebutkan dalam pasal 17 bahwa pelaku usaha wajib melakukan monitoring terhadap kosmetika yang telah beredar, serta menanggapi dan menangani keluhan atau kasus efek yang tidak diinginkan dari kosmetika yang diedarkan. Hasil dari penanganan keluhan atau efek yang tidak diinginkan, kemudian dilaporkan oleh pelaku usaha ke Badan POM sesuai Peraturan Badan POM No. 26 Tahun 2019 tentang Monitoring Efek Samping Kosmetik, pelaporan dapat melalui email: meskos.bpom@gmail.com / laporkosmetik@pom.go.id serta dapat juga melalui aplikasi: ESKOSBPOM (Playstore)/laporeskos.pom.go.id (website)

Badan POM pada tanggal 11 Oktober 2021 mengadakan kegiatan “Forum Komunikasi Monitoring Pelaporan Efek Samping Kosmetika Dalam Rangka Farmakovigilans Bagi Pelaku Usahasecara offline yang diikuti oleh lebih kurang 50 pelaku usaha di bidang kosmetika. Narasumber berasal dari internal dan eksternal yaitu Direktur Pengawasan Kosmetik dan Ahli/Praktisi Kesehatan serta sharing pengalaman pelaku usaha.

Kegiatan ini dibuka oleh Ibu Dra. Reri Indriani, Apt. M.Si. selaku Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik pada sesi pembukaan dan sambutan Deputi. Dalam sambutannya, Deputi menyampaikan bahwa Monitoring Efek Samping kosmetika adalah mekanisme kegiatan yang meliputi pemantauan, pencatatan, pengumpulan data, pelaporan, dan evaluasi efek tidak diinginkan yang timbul karena penggunaan kosmetika.

Monitoring efek samping kosmetika sangat penting dilakukan untuk mengetahui efektivitas dan keamanan penggunaan kosmetika pasca pemasaran melalui penilaian profil manfaat (benefit) dan risiko (risk) kosmetika yang telah ternotifikasi dan beredar di Indonesia. Profil tersebut akan menjadi bahan evaluasi keamanan dan mutu produk pasca beredar.  Oleh karena itu, monitoring efek samping terhadap kosmetika yang digunakan oleh masyarakat perlu dilakukan secara intensif. 

 

--- Direktorat Pengawasan Kosmetik ---


06/17/2022 - 06:19
Rapat Tinjauan Manajemen

Dalam rangka menerapkan sistem manajemen mutu berdasarkan ISO 9001:2015, pada hari Senin, tanggal 13 Juni, Balai POM di Manokwari telah melakukan Rapat Tinjauan Manajemen yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai POM di Manokwari, secara hybrid pada Ruang Rapat Balai POM di Manokwari.

06/10/2022 - 11:06
AUDIT INTERNAL QMS 9001:2015 DAN ISO/IEC 17025:2015 DI BPOM GORONTALO

Balai POM di Gorontalo telah melaksanakan Audit Internal QMS ISO 9001 : 2015 pada hari Selasa dan Rabu, 07-08 Juni 2022. Audit internal ini  dibuka langsung oleh Kepala Balai POM di Gorontalo, Agus Yudi Prayudana,S.Farm.,Apt., MM. dan  dihadiri oleh Tim Management Representative (MR), SPIP, dan seluruh kelompok substansi di Balai POM di Gorontalo. Selain itu, yang bertugas sebagai Tim Audit Internal Badan POM yakni dari Balai POM di Kendari dan Balai POM di Gorontalo yang diketuai oleh Asmin Alwi, S.Si.,Apt.

06/09/2022 - 21:22
Audit Internal QMS, Memotret Aktualisasi dan Potensi Perbaikan Berkelanjutan Sistem Manajemen Mutu Yang Dibangun

Audit Internal QMS, Memotret Aktualisasi dan Potensi Perbaikan Berkelanjutan Sistem Manajemen Mutu Yang Dibangun