REFLEKSI 100 HARI KERJA KEPALA BADAN POM: "Bersama Memberantas Kejahatan Kemanusiaan di Bidang Obat dan Makanan"

100 hari kerja, Penny K. Lukito menjalankan tugas sebagai Kepala Badan POM, sejak dilantik secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Juli 2016 lalu. Berbagai strategi penguatan telah  diprioritaskan Penny untuk membawa Badan POM menjadi lembaga pengawas Obat dan Makanan yang mandiri. Walaupun demikian banyak tantangan selama menjalankan tugas tersebut.


Sebagai bentuk evaluasi 100 hari kerja kepemimpinannya, Selasa (20/12/16) digelar acara Refleksi 100 Hari Kerja Kepala Badan POM dan Outlook 2017 di Aula Gedung C Badan POM. Acara ini menghadirkan undangan dari berbagai stakeholders Badan POM antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Komisi IX DPR, pelaku usaha, Asosiasi Pelaku Usaha, Asosiasi Profesi, LSM Perlindungan Konsumen, akademisi, tokoh masyarakat, serta media. Turut hadir pejabat di lingkungan Badan POM serta purnatugas Kepala Badan POM.



Acara dibuka dengan Tarian Rampak Gendang dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Badan POM. Kemudian masuk ke acara inti yaitu talkshow interaktif Kepala Badan POM dengan stakeholders yang dipandu oleh Fifi Aleyda Yahya sebagai moderator.



Dalam paparannya mengenai kinerja yang telah dicapai Badan POM selama 100 hari kepemimpinannya, Penny menyampaikan bahwa tugas sebagai Kepala Badan POM yang diamanahkan Presiden RI terbagi menjadi dua fokus utama. “Tugas pertama saya adalah melaksanakan reformasi birokrasi, utamanya revolusi mental di internal Badan POM. Hal yang sudah dilakukan terkait reformasi birokrasi adalah instruksi Kepala Badan POM yang melarang setiap pegawai Badan POM merangkap jabatan di sarana yang menjadi objek pengawasan Badan POM,  serta mendukung gerakan Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) yang diusung Pemerintah dengan mengeluarkan aturan eliminasi penggunaan biro jasa perizinan dalam pengurusan registrasi Obat dan Makanan”, jelas Penny. “Tugas utama saya yang kedua adalah memperkuat kelembagaan Badan POM dengan mengawal pembentukan regulasi dan payung hukum yang kuat terkait Badan POM. Tujuannya adalah agar Badan POM memiliki kewenangan untuk dapat melakukan pengawasan secara full spectrum dan mandiri”, lanjutnya.



Penny juga kembali menegaskan komitmen Badan POM untuk terus meningkatkan bimbingan teknis dan fasilitasi kepada pelaku usaha terutama UMKM. Selain itu, Badan POM juga terus menggencarkan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas. Dengan begitu, diharapkan akan dapat menurunkan supply and demand Obat dan Makanan yang tidak memenuhi syarat keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu.



Pada kesempatan tersebut kritik dan masukan disampaikan oleh beberapa pihak, antara lain Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf; Sekda Provinsi Papua, Hery Dosinaen; Rhenald Kasali dari Rumah Perubahan; serta perwakilan dari pelaku usaha, asosiasi pelaku usaha, asosiasi profesi, LSM Perlindungan konsumen, dan dari pihak media massa. Secara umum, mereka menyampaikan dukungan kepada Badan POM dan khususnya kepada Penny K. Lukito sebagai Kepala Badan POM untuk terus menjalankan amanah memperkuat sistem pengawasan Badan POM, serta lebih tegas dalam melakukan tindak lanjut terhadap temuan pelanggaran Obat dan Makanan.



Pada hari ini pula, secara resmi dilakukan peluncuran beberapa sistem online untuk mempermudah pelaku usaha dan masyarakat dalam memperoleh pelayanan publik dari Badan POM. Salah satunya adalah aplikasi HaloBPOM Mobile, yaitu aplikasi yang dibuat untuk memberi kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi serta melakukan pengaduan seputar Obat dan Makanan. Selain itu, sesuai dengan tajuk acara hari ini, disampaikan pula Outlook program kerja yang akan diusung Badan POM di tahun 2017 mendatang. Ke depannya, Badan POM akan terus memperkuat pengawasan semesta dengan melakukan pengawasan terhadap Obat dan Makanan secara paripurna dari hulu ke hilir. Selain itu, kerja sama dengan pelaku usaha, stakeholders terkait, serta masyarakat akan terus digalang untuk mencapai hasil pengawasan yang optimal.



Acara hari ini ditutup dengan persembahan lagu “Bagimu Negeri” yang dinyanyikan bersama-sama oleh Kepala Badan POM, tim paduan suara Badan POM, serta para tamu undangan. Dengan berakhirnya acara Refleksi 100 Hari Kerja Kepala Badan POM dan Outlook 2017 ini bukan berarti perjuangan telah berakhir, melainkan merupakan awal dari perjalanan panjang Badan POM untuk terus memberikan pelayanan dan perlindungan yang terbaik kepada masyarakat. Diharapkan semangat para aparat Badan POM ke depannya dapat terus terjaga untuk selalu berupaya melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. (HM-Herma)



Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat