Faktor Kunci Keberhasilan di Badan POM

Share
Faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihimpun dari kondisi internal dan eksternal Badan POM merupakan kondisi yang mungkin berkembang dan timbul di kemudian hari yang akan mempengaruhi eksistensi Badan POM. Dengan diketahuinya faktor yang paling berpengaruh baik positif maupun negatif terhadap perkembangan Badan POM, dari Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman (SWOT Analysis) ditentukan asumsi strategis, yaitu: a) menggunakan kekuatan yang ada pada organisasi untuk memanfaatkan peluang; b) memanfaatkan peluang untuk mengatasi ancaman; c) mengatasi kelemahan yang ada dengan memanfaatkan peluang; dan d) mewaspadai dan mencegah kelemahan dalam menghadapi ancaman yang dapat menghambat terwujudnya visi dan misi.
 
Dengan melihat keterkaitan masing-masing faktor (aspek kekuatan dan kelemahan) dengan visi, misi yang hendak dicapai, maka rumusan hasil analisis strategis yang menjadi prioritas Faktor Kunci Keberhasilan (FKK) adalah:
 
    1. Komitmen semua level manajemen mengawal keberhasilan reformasi birokrasi. Dalam seluruh tahap reformasi birokrasi Badan POM, komitmen pimpinan selalu didapatkan, ditandai dengan penandatangan kesiapan Badan POM untuk melaksanakan reformasi birokrasi, serta pelaksanaan reformasi birokrasi menjadi fokus prioritas kegiatan Badan POM.

    2. Internalisasi reformasi birokrasi melalui integrasi kegiatan. Pada hakikatnya, seluruh pelaksanaan program dan kegiatan di Badan POM merupakan program dan kegiatan yang mengalami proses perbaikan secara terus menerus, dengan tujuan utama untuk kepentingan masyarakat. Dengan demikian, reformasi birokrasi telah menjadi urat nadi keseluruhan penyelenggaran pengawasan Obat dan Makanan yang dilaksanakan oleh Badan POM. Hal ini dapat dilihat pada tabel 1.4 hubungan 8 (delapan) aspek perubahan Reformasi Birokrasi dengan arah kebijakan Badan POM.

    3. Mengerahkan seluruh resources untuk mendukung reformasi birokrasi. Keterlibatan seluruh komponen organisasi, merupakan salah satu bentuk komitmen Badan POM untuk mensukseskan reformasi birokrasi di lingkungan Badan POM. Upaya pengerahan seluruh resurces juga akan dijalankan seiring dengan peningkatan efisiensi penggunaan anggaran dan efektifitas pemanfaatan prasarana dan sarana dalam menghadapi krisis ekonomi.

    4. Pelaksanaan reformasi birokrasi yang konsisten. Reformasi birokrasi di lingkungan Badan POM akan diupayakan menjadi kebutuhan Badan POM, tidak hanya saat ini ketika reformasi birokrasi menjadi prioritas pemerintah, tetapi merupakan kebutuhan selamanya.

    5. Pencapaian dan peningkatan target secara berkesinambungan. Pada dasarnya reformasi birokrasi adalah sesuatu yang dilakukan untuk tujuan birokrasi yang lebih baik. Oleh karenanya, perbaikan dilakukan tidak hanya sampai titik kemajuan tertentu, tetapi, dokumen dan pelaksanaan reformasi birokrasi Badan POM akan terus menerus diperbaiki kualitasnya serta pencapaian dan peningkatan targetnya dari waktu-ke waktu.

    6. Upaya perbaikan dilakukan secara terus-menerus, holistik, terstruktur dan berorientasi pada hasil. Dokumen usulan yang diajukan, bukan hanya merupakan dokumen rencana, akan tetapi menjadi pemandu reformasi birokrasi Badan POM untuk mencapai titik kemajuan tertentu di seluruh area perubahan. Upaya perbaikan terus menerus akan dilakukan baik dari sisi dokumen (akan menjadi living document) maupun pada tahap implementasi serta monitoring dan evaluasinya.