Upaya Peningkatan Layanan Importasi Kosmetik ke Dalam Wilayah Indonesia

Share

Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik, Badan POM melakukan pengawasan pemasukan produk sebelum masuk ke dalam wilayah Indonesia melalui Penerbitan Surat Keterangan Impor (SKI) secara online. Melalui sistem online, pengajuan SKI dapat dilakukan oleh importir dengan lebih mudah, dimanapun, dan kapanpun. Badan POM terus melakukan upaya terobosan pada layanan importasi, salah satunya adalah memberikan layanan prioritas. Layanan prioritas adalah layanan SKI khusus yang diberikan kepada impotir dimana evaluasi permohonan SKI dilakukan secara otomatis oleh sistem sehingga penerbitan SKI dalam waktu kurang dari satu hari. Kriteria importir yang memperoleh layanan prioritas adalah importir yang telah melakukan importasi selama 6 (bulan) terakhir dengan frekuensi dan volume tertentu, serta memiliki rekam jejak yang baik berdasarkan kajian risiko dan hasil pengawasan Badan POM. Terobosan tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan angka dwelling time di Indonesia.

Sebagai upaya menjamin perlindungan kepada masyarakat, Badan POM mempersyaratkan setiap pemasukan bahan baku dan produk Obat dan Makanan ke dalam wilayah Indonesia harus memenuhi persyaratan keamanan, kemanfaatan, dan mutu. Khusus untuk pengajuan permohonan SKI produk kosmetik, persyaratan keamanan, kemanfaatan, dan mutu mengacu pada Peraturan Kepala Badan POM No. 17 Tahun 2014 yang mengatur mengenai persyaratan cemaran mikroba dan logam berat dalam kosmetika dan dipertegas melalui Surat Edaran Deputi II tentang pengujian cemaran mikroba dan logam berat pada sertifikat analisis.

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap permohonan importasi kosmetik, masih terdapat importir yang belum dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Untuk kasus tersebut, Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen memberi kemudahan kepada importir untuk melakukan pengujian di laboratorium terakreditasi yang ada di Indonesia dengan mekanisme sampling oleh petugas Badan POM.

Ke depan, diharapkan importir dapat memahami persyaratan importasi sehingga kemudahan proses importasi yang telah disiapkan oleh Badan POM dapat dioptimalkan pemanfaatannya.

 

 

Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen