Road Map Pengembangan ASN Badan POM Tahun 2015-2019

Share

Road Map Pengembangan ASN Badan POM Tahun 2015-2019

 

Tantangan dalam melakukan pengawasan obat dan makanan di Indonesia yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saat ini semakin meningkat. Produk yang beredar di Indonesia tidak hanya hasil produski dalam negeri, tetapi juga produk hasil produksi di luar negeri yang beredar di Indonesia sebagai akibat adanya globalisasi dan perjanjian perdagangan bebas antar negara maupun dalam kawasan regional. Tantangan tersebut mengharuskan BPOM memiliki Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki kualitas global.

Hasil evaluasi penilaian kompetensi pegawai BPOM yang dilakukan tahun 2012 s.d 2015 masih menunjukkan gap kompetensi yang cukup lebar, terutama kompetensi peran untuk jabatan manajerial, yaitu kompetensi pemikiran konseptual; kompetensi perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan; dan kompetensi kepemimpinan kelompok. Selain itu, dilihat dari usia pegawai BPOM saat ini, terdapat kesenjangan jumlah pegawai yang berusia dibawah 35 tahun dan diatas 35 tahun. Selain itu, jumlah pegawai dengan usia diatas 50 tahun di BPOM mencapai 833 orang dimana pegawai tersebut akan purna bakti dalam jangka waktu 8 tahun kedepan. Dalam kurun waktu samapi dengan tahun 2022, diperkirakan 129 (seratus dua puluh sembilan) pejabat struktural di lingkungan BPOM akan memasuki masa purna bakti.

Dengan latar tersebut, dan dalam rangka mendukung pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), khususnya area perubahaan Penataan SDM Aparatur, serta penguatan kelembagaan BPOM, perlu dilakukan percepatan kaderisasi kepemimpinan di BPOM, dan upaya perbaikan dalam manajemen ASN secara berkesinambungan agar mampu mendukung program pengawasan obat dan makanan di Indonesia. Hal tersebut juga dalam rangka mendukung arah kebijakan Reformasi Birokrasi Nasional untuk menghasilkan smart ASN tahun 2019.

Sebagai langkah awal percepatan kaderisasi kepemimpinan BPOM dan penataan manajemen ASN di BPOM, maka disusunlah road map pengembangan ASN BPOM tahun 2015-2019 dengan tujuan utama untuk menghasilkan smart ASN BPOM dalam mendukung pencapaian tujuan dan sasaran strategis meningkatnya kapasitas dan kapabilitas kelembagaan BPOM. Adapun tujuan spesifiknya adalah:

  1. Menghasilkan ASN BPOM yang kompeten, berintegritas, profesional, kredibel, berwawasan global, menguasai teknologi informasi, serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME untuk mendukung pelaksanaan tugas pengawasan obat dan makanan.
  2. Menjamin ketersediaan ASN yang memenuhi syarat kualifikasi, kompetensi dan kinerja, baik secara kuantitas maupun kualitas sesuai kebutuhan BPOM untuk saat ini dan masa yang akan datang pada semua jenis dan jenjang jabatan di BPOM.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka kebijakan manajemen ASN BPOM dalam road map pengembangan ASN BPOM tahun 2015-2019 adalah:

  1. Pembinaan kompetensi ASN melalui program dan kegiatan pengembangan kompetensi pegawai secara terstruktur dan berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan organisasi, potensi dan kompetensi pegawai. Kebijakan ini dilaksanakan melalui implementasi manajemen kompetensi di BPOM.
  2. Pembinaan kinerja ASN melalui implementasi manajemen kinerja di BPOM, meliputi pengelolaan efektifitas, efisiensi dan akuntabilitas kinerja, pengelolaan pemberian hadiah dan pengehaan sanksi pegawai, serta penilaian kinerja pegawai. Manajemen kinerja bertujuan untuk menjamin obyektivitas pembinaan ASN berdasarkan sistem prestasi dan sistem karier.
  3. Pembinaan karier ASN melalui implementasi manajemen karier di BPOM yang dilakukan melalui sistem merit yang meliputi kegiatan pengembangan karier, pengembangan kompetensi, pola karier, pola mutasi dan promosi jabatan.