Terobosan Badan POM: Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Ekspor-Impor Obat dan Makanan

Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Ekspor dan Impor Badan POM masuk dalam 10 besar Lomba Pemimpin Perubahan 2017 dan dilakukan validasi oleh auditor Lembaga Administrasi Negara pada Jumat, 7 Juli 2017. Validasi akan berlanjut bila terobosan ini masuk dalam 5 (lima) besar dan akan dilakukan pameran inovasi pada tanggal 3-4 Agustus 2017. Tim auditor Lembaga Administrasi Negara terdiri dari 4 (empat) orang auditor yang dipimpin oleh Bapak PM. Marpaung selaku Kepala Pusat Promosi Inovasi dan Pengembangan Kapasitas.

Reri Indriani selaku Sekretaris Utama Badan POM memaparkan bahwa PTSP Ekspor-Impor Obat dan Makanan Badan POM dirancang untuk meningkatkan impor dan peluang ekspor Obat dan Makanan. Sebelum dikembangkan, terobosan PTSP Ekspor-Impor Obat dan Makanan Badan POM terdapat beberapa kendala dalam mekanisme pelayanan yang disebabkan oleh SDM aparatur pelayanan publik yang belum sesuai, kebijakan ekspor Obat dan Makanan yang belum kondusif, SLA (Special Lisence Access) yang memakan waktu lama (3 dan 20 HK), serta Sistem Layanan Sertifikasi Ekspor dan Layanan Informasi Konsultasi Ekspor (ECD) belum transparan, tidak ada tracking system, sistem yang masih manual, dan belum berbasis web. Disamping itu, ketersediaan sarana dan prasarana yang belum memadai, pelayanan masih tersebar di 3 (tiga) lokus, serta pengawasan ekspor dan re-import Obat dan Makanan yang belum optimal karena in-house system belum terintegrasi dengan INSW (Indonesia National Single Window) sehingga data ekspor tidak akurat dan kelolosan saat re-import.

Terobosan Pelayanan Publik oleh Badan POM dalam bentuk PTSP Ekspor-Impor Obat dan Makanan merupakan inovasi yang meliputi Change Management dalam pola pikir dan budaya kerja SDM Aparatur, debirokratisasi kebijakan Ekspor Obat dan Makanan yang tidak kondusif, pemanfaatan TI (web based) dalam pelayanan sertifikasi (e-ekspor) dan informasi, konsultasi ekspor (EDC), serta yang terutama penyediaan sarana dan prasarana dalam satu lokus, dan integrasi in-house system dengan INSW untuk memperkuat koordinasi pengawasan Obat dan Makanan bersama INSW.

Inovasi PTSP Ekspor-Impor Obat dan Makanan ini diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan semua pemangku kepentingan termasuk masyarakat yang terkait dalam kegiatan ekspor-impor obat dan makanan dengan efisiensi waktu dan mekanisme dengan terobosan pada kebijakan ekspor Obat dan Makanan  yang  kondusif melalui percepatan SLA, sistem aplikasi Pelayanan Ekspor Obat dan Makanan dan Pelayanan Informasi Konsultasi (ECD) yang transparan berbasis web, sarana dan prasarana PTSP Ekspor Obat dan Makanan pada 1 (satu) lokus, serta tercapainya optimalisasi pengawasan ekspor dan re-import  Obat dan Makanan melalui integrasi sistem Pelayanan e-Ekspor Obat dan Makanan dengan INSW.

Beberapa testimoni dari pelaku usaha saat dilakukan validasi diperoleh pendapat bahwa adanya PTSP dan layanan ekspor-impor online memudahkan pelayanan (debirokratisasi) dan mengurangi biaya operasional dalam pengurusan.
Kegiatan validasi ditutup dengan kunjungan tim auditor dari Lembaga Administrasi Negara ke lokasi PTSP Ekspor-Impor Obat dan Makanan di Gedung B Lantai 4 Badan POM.
 
 
PUSAT INFORMASI OBAT DAN MAKANAN



11/01/2018 - 16:57

Serang – Selasa (09/01/18), Di awal tahun, Balai POM di Serang mengadakan syukuran dan evaluasi atas capaian tahun 2017 dan launching sarana baru yaitu : 1) mobil laboratorium keliling 2) mobil operasional penyidikan serta 3) mobil incenerator dari Badan POM, untuk mendukung kegiatan pengawasan obat dan makanan di Provinsi Banten. Acara dilaksanakan di aula kantor dengan mengundang Ustadz Drs. Nani Abdulgani, M.Pd untuk memberikan motivasi spiritual kepada seluruh pegawai serta doa bersama.

27/10/2017 - 09:07

Mendapatkan kunjungan dari Pembina adalah suatu hal yang sangat ditungu-tunggu oleh setiap Balai Besar/ Balai POM di seluruh Indonesia. Balai Besar POM di Palembang pada hari Rabu, 25 Oktober 2017 berkesempatan dikunjungi oleh Sang Pembina yakni Ibu Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si., selaku Sekretaris Utama Badan POM RI.

26/10/2017 - 13:15

BBPOM di Denpasar tiada henti melakukan edukas dengan berbagai macam media. Media elektronik seperti radio, saat ini memang masing digemari oleh masyarakat. Tidak dapat dipungkiri radio akan tetap menyala atau on air saat setiap orang mengendarai mobil pribadi, hingga berita terkait apapun dapat dipantau sambil mengendarai roda empat ini. Oleh karena itu BBPOM di Denpasar memanfaatkan media berupa radio ini untuk mensosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait obat dan makanan.