KSS Indonesia - Palestina: BPOM RI Fasilitasi Pelatihan Kapasitas Pengawasan Obat NMRA Palestina

Jakarta - Melanjutkan Kerjasama Selatan-Selatan, BPOM RI kembali mengadakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengawasan Obat dan Makanan. Kali ini BPOM RI memfasilitasi pelatihan penguatan kapasitas pengawasan obat bagi Otoritas Pengawas Obat/The National Medicines Regulatory Authority (NMRA) Palestina. Kepala BPOM RI, Penny K Lukito didampingi Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Desra Percaya dan 1st Secretary Diplomat Palestina Muammar Milhem membuka langsung pelatihan yang akan berlangsung selama lima hari kedepan di Jakarta, (15/10).

Dalam sambutannya, Kepala BPOM RI menekankan Palestina selalu menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari bantuan Indonesia dalam pembangunan kapasitas. Sejak 2008, Indonesia telah menyediakan tidak kurang dari 170 program pembangunan kapasitas di bawah kerangka Kerja sama Selatan-Selatan untuk hampir 1.900 warga Palestina mencakup berbagai sektor yakni keuangan, kesehatan, tata kelola pemerintahan yang baik, pemberdayaan perempuan, pelatihan diplomatik, hingga pariwisata.

Kerja sama antara BPOM RI dan NMRA Palestina menandai tonggak baru dalam hubungan Indonesia-Palestina, karena itu akan menjadi yang pertama dari jenisnya. "BPOM berusaha berkontribusi untuk Palestina di dua bidang utama. Pertama, fungsi pengaturan obat dan makanan. Ini termasuk otorisasi uji klinis, otorisasi pemasaran, inspeksi peraturan, pengujian laboratorium, pelepasan banyak vaksin, pharmacovigillances, pelatihan pengawasan dan saran teknis. Kedua, mendorong asosiasi farmasi dan makanan domestik untuk berkontribusi dalam menyediakan obat-obatan dan makanan bagi rakyat Palestina," jelas Penny.

Lebih lanjut dia mengatakan komitmen tersebut telah diungkapkan kepada Pemerintah Palestina selama kunjungan kami ke Yordania dan Jeddah pada bulan November 2017, dan di Jakarta tahun ini. Pada tahap awal, kerja sama akan difokuskan pada pengendalian narkoba dengan mendukung kemandirian, produksi, dan ketersediaan obat melalui berbagai upaya, termasuk peningkatan kapasitas, berbagi pengetahuan, dan mungkin pertukaran ahli. "Saya sangat berharap bahwa kerja sama ini akan mendorong pertukaran pengetahuan, keahlian dan teknologi yang relevan, memperkuat jaringan antara regulator dari Indonesia dan Palestina, dan membuka jalan bagi kerja sama lebih lanjut di berbagai bidang," lanjutnya.

Tak hanya Palestina, ke depan BPOM RI juga akan terus mendukung peningkatan kapasitas obat dan vaksin bagi negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI). "Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan pertama Kepala Badan Pengawas Obat  dari negara anggota OKI di Jakarta, 21-22 November 2018. Ini akan fokus pada masalah kemandirian dan ketersediaan obat yang aman, berkualitas, dan berkhasiat," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika mengatakan program ini merupakan manifestasi dukungan tak tergoyahkan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Melalui program ini, Indonesia bertujuan untuk membantu memberdayakan sumber daya manusia Palestina, melalui berbagi pengetahuan dan praktik terbaik. Ini akan membantu mempromosikan kemandirian ekonomi rakyat Palestina, menuju negara Palestina merdeka yang layak. "Saya senang dukungan Indonesia untuk Palestina tidak hanya dalam bentuk dukungan politik, tetapi juga dukungan ekonomi dan kerjasama teknis," tuturnya.

Bertepatan dengan program ini, saat ini sedang berlangsung “Pekan Solidaritas Indonesia untuk Palestina” dari 12-17 Oktober 2018, dengan kehadiran Menteri Luar Negeri Palestina, H.E. Dr Riad Malki. Berbagai kegiatan telah dan akan diadakan selama “Pekan Solidaritas Indonesia untuk Palestina”, termasuk “Walk for Peace and Humanity” kemarin dengan Menteri Riad Malki. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan dukungan kuat Indonesia kepada saudara-saudari di Palestina. "Seperti yang sering dikatakan Presiden dan Menteri Luar Negeri kami, Palestina adalah jantung dari kebijakan luar negeri Indonesia, dan dalam setiap napas diplomasi Indonesia," tutupnya.

Di sela agendanya di Jakarta, sore ini, Riad Malki juga menyempatkan diri mengunjungi para delegasi NMRA Palestina yang tengah mengikuti pelatihan. Kedatangan Menteri Luar Negeri Palestina disambut langsung Kepala BPOM RI. Kemudian keduanya menuju ruang pelatihan dan berbincang dengan para peserta.

Dalam pelatihan ini peserta akan mempelajari beberapa materi terkait Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB), Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), Regulasi Pengawasan Obat, Otorisasi Pemasaran, Ekspor Impor Obat, Pengawasan Post Market, Farmakovigilans, dan Pengujian Laboratorium. Peserta juga akan diajak berkunjung ke BPOM RI melihat laboratorium, BPOM Command Center, Gedung Pelayanan Publik. Selain itu mereka juga akan berkunjung ke sejumlah industri farmasi di Jabodetabek. HM-Fathan

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan




23/10/2018 - 11:48

Jakarta – Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito menghadiri acara Penyerahan Laporan & Entry Meeting Pemeriksaan Atas Penilaian Kembali Barang Milik Negara (BMN) Tahun 2017-2018 di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Senin (22/10). Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani; Wakil Kepala BPK, Bahrullah Akbar; para anggota dari BPK, serta Para Pimpinan Kementerian/Lembaga.

 

18/10/2018 - 17:11

Jakarta- Kepala BPOM, Penny K. Lukito hari ini Kamis (18/10) menyambangi kantor Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi untuk berkoodinasi dan melaporkan perkembangan persiapan pertemuan para Kepala Badan Pengawas Obat negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada bulan November nanti. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menyatakan dukungannya terhadap pertemuan tersebut. "Kementerian Luar Negeri akan memberikan dukungan penuh dan bantuan penuh kepada acara OKI tersebut, terkait persidangan, negoisasi, dan lainnya," tutur Retno Marsudi.

18/10/2018 - 11:18

Jakarta - Rabu (17/10), Melanjutkan pelatihan di hari ketiga, para peserta dari Palestina berkunjung ke kantor pusat BPOM di Jakarta. Mereka meninjau dan mempelajari langsung bagaimana BPOM sebagai otoritas pengawas obat dan makanan bekerja. Terdapat tiga tempat yang dikunjungi yaitu BPOM Command Center, Gedung Pelayanan Publik, serta Laboratorium Pusat Pengembangan dan Pengujian Obat dan Makanan.