Home » Berita Rb » Tingkatakan Kesadaran Pelaku Usaha Penuhi Kewajiban Monitoring Efek Samping Kosmetika

Tingkatakan Kesadaran Pelaku Usaha, Penuhi Kewajiban Monitoring Efek Samping Kosmetika

Pemakaian kosmetika secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama tanpa disadari oleh pemakainya kemungkinan akan dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Pelaku usaha wajib memiliki sistem penanganan keluhan dan pelaporan atas kasus efek yang tidak diinginkan dari kosmetika yang diedarkan segera ataupun berkala, dan wajib melakukan monitoring serta menangani keluhan atau kasus efek yang tidak diinginkan dari kosmetika yang diedarkan. Beberapa hal yang mendorong perlunya dilakukan monitoring efek samping antara lain sangat terbatasnya data uji keamanan kosmetika yang beredar di pasaran, sebagian besar bahan baku bersifat allergen, bermunculannya bahan baku baru yang masih sangat terbatas data uji keamanannya.

 

Sehubungan hal tersebut, Badan POM menyelenggarakan kegiatan Forum Komunikasi Monitoring Efek Samping Kosmetika bagi Pelaku Usaha Kosmetik di Jawa Timur sebagai salah satu upaya meningkatkan kesadaran serta pemahaman pelaku usaha untuk melakukan monitoring efek samping kosmetika.

 

Kegiatan diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya, pada hari Rabu, 20 Maret 2019, dibuka oleh Direktur Pengawasan Kosmetik, Drs. Arustiyono, Apt., MPH. dengan didampingi plh Kepala Balai Besar POM di Surabaya, Dra. Endah Setijowati, Apt.

Hadir dalam acara tersebut 80 pelaku usaha kosmetik dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Dalam sambutannya, Bapak Arustiyono mengingatkan kewajiban pelaku usaha untuk melakukan monitoring efek samping kosmetik dan melaporkan kosmetik illegal yang ditemukan di pasaran kepada Badan POM.

 

Narasumber dr. Menul Ayu Umborowati, SpKK dari RS. Dr. Soetomo menyampaikan materi Efek Samping Kosmetik dan Dra. Tita Nursjafrida, Apt., MKM., Kasubdit Pengawasan Keamanan dan Mutu Kosmetik Badan POM menyampaikan materi Pengawasan Keamanan Kosmetik diikuti sesi diskusi dan tanya jawab.

 

Selanjutnya Deputi II Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Dra. Rr. Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc., memberikan pembinaan dan arahan terkait Kebijakan Pengawasan Kosmetik. Deputi II menyampaikan bahwa monitoring efek samping kosmetik merupakan hal yang penting karena tingginya demand terhadap produk kosmetik dan sulitnya mengumpulkan data efek samping yang terjadi di masyarakat.

 

Materi Pengawasan Kosmetika di Jawa Timur juga dipaparkan dan diskusi dengan para peserta digelar dengan menampung tanya jawab, tanggapan, masukan dari peserta dan pemateri. Acara diakhiri dengan sharing knowledge Sistem Monitoring Efek Samping Kosmetik dari PT. Surya Dermato Medica Lab. Diskusi berlangsung lancar dan diikuti dengan antusias dari para peserta.

 

(bbpomsby/nur)


03/27/2020 - 15:09
“LAWAN CORONA” BPOM PANGKALPINANG LAKUKAN DISINFEKTAN DAN PEMBUATAN HAND SANITIZER

Untuk menjaga kondisi lingkungan aman dari paparan Virus Corona (Covid-19), Balai POM Pangkalpinang lakukan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh area Kantor seperti area pelayanan publik, ruang kerja termasuk juga laboratorium. Langkah ini diambil karena semakin banyaknya jumlah orang yang terpapar Virus Corona (Covid-19) di wilayah Indonesia.

 

03/23/2020 - 13:30
Cegah Penyebaran Covid-19, BBPOM di Mataram Sesuaikan Jam Operasional Layanan Publik

Mataram (23/03/2020). Menindaklanjuti Surat Edaran Nomor KP.11.01.2.25.03.20.25 Tahun 2020 Tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipili Negara (ASN) di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan Dalam Upaya Kewaspadaan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19, maka BBPOM di Mataram selain melakukan penyesuaian jam ASN juga melakukan penyesuaian jam Layanan Publik yang efektif berlaku sejak tanggal 23 Maret 2020.

03/20/2020 - 15:01
Anggota DPD RI kunjungi BBPOM di Denpasar : Dukung UU POM dan Daya Saing UMKM

Jumat-20 Maret 2020, Anggota DPD RI, Arya Wedakarna berkunjung ke Balai Besar POM di Denpasar. Dalam sambutan hangat Kepala Balai Besar POM di Denpasar, Ni GAN Suarningsih disampaikan pula rasa terimakasih atas kepedulian Anggota DPD RI Wilayah Bali ini, saat adanya kasus CoVID -19 yang menurunkan kualitas dan kuantitas perekonomian Bali.