Home » Berita Rb » Sederhanakan Label Gizi Pangan Olahan Badan Pom Dorong Kesadaran Masyarakat Untuk Baca

Sederhanakan Label Gizi Pangan Olahan, Badan POM Dorong Kesadaran Masyarakat untuk Baca Label

Jakarta - Kesadaran masyarakat Indonesia untuk membaca label pada pangan olahan masih rendah. Hal ini ditunjukkan data survei tahun 2016 dan 2017 tentang Pembacaan Label Pangan Olahan yang dilakukan Badan POM.  Terkait hal ini, Pemerintah berkewajiban untuk menjamin konsumen memperoleh informasi yang benar pada label, terutama mengenai Informasi Nilai Gizi (ING) dari produk pangan olahan.

 

Selasa (03/09) Badan POM melakukan Sosialisasi Pelabelan Gizi Pangan Olahan di Hotel Grand Mercure, Jakarta. Kegiatan ini dilakukan sehubungan dengan dikeluarkannya regulasi baru terkait pelabelan pangan olahan. Selain itu, pelabelan gizi juga terkait dengan strategi Badan POM dalam upaya pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) serta masalah stunting dan gizi berlebih di Indonesia.

 

“PTM menjadi penyebab lebih dari 71% kematian di dunia. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 – 2018, prevalensi PTM mengalami kenaikan setiap tahunnya. Dan sebagian besar PTM terkait dengan pola hidup dan pola diet yang tidak sehat,” jelas Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito saat membuka kegiatan.

 

Untuk itu, adanya informasi yang jelas pada label pangan olahan menjadi hal yang penting agar masyarakat mengetahui apa saja kandungan gizi yang terdapat pada pangan olahan yang dikonsumsi. Melalui sosialisasi hari ini, disampaikan bahwa terdapat revisi dari regulasi tentang ING, termasuk penyederhanaan desain label gizi untuk memudahkan masyarakat dalam memahami ING produk pangan olahan.

 

“Kami membuat inovasi agar label gizi lebih friendly untuk masyarakat. Pertama, dalam bentuk desain monokrom yang menampilkan highlight kandungan beberapa zat gizi yang terkait dengan PTM seperti energi serta gula, garam, dan lemak (GGL). Kedua berupa logo “Pilihan Lebih Sehat” yang menunjukkan produk pangan tersebut menjadi pilihan produk yang lebih sehat berdasarkan kandungan GGL. Untuk saat ini, logo ini baru diberlakukan untuk produk minuman siap minum dan mi/pasta instan,” papar Kepala Badan POM lebih lanjut.

 

Penyederhanaan label ini, menurut Penny K. Lukito menjadi salah satu langkah Badan POM untuk mengedukasi masyarakat agar dapat memilih pangan yang sehat dengan kandungan gizi sesuai kebutuhannya. Prioritasnya adalah untuk pemilihan pangan olahan konsumsi anak-anak dalam rangka mencetak generasi sehat untuk wujudkan tujuan dari Rancangan Undang-Undang Pengawasan Obat dan Makanan (RUU POM) yang sejalan dengan visi Indonesia, yaitu SDM unggul Indonesia maju.

 

Ditambahkan Penny K. Lukito, penerapan label gizi ini menjadi tantangan bagi pelaku usaha untuk menciptakan produk pangan yang lebih sehat dilihat dari kandungan GGL-nya. Selain juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah khususnya Badan POM terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membaca label pada pangan olahan yang dikonsumsinya.

 

Tentunya untuk mewujudkan tujuan ini perlu ada kerja sama yang baik antar lintas sektor terkait, termasuk pelaku usaha, asosiasi, dan masyarakat sendiri. Oleh karena itu, kegiatan hari ini dihadiri tidak hanya oleh Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di Lingkungan Badan POM, melainkan juga oleh lintas sektor terkait antara lain Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), perwakilan Kementerian/Lembaga, perwakilan asosiasi dan organisasi profesi, perwakilan mitra daerah, perwakilan WHO Indonesia, perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO), perwakilan dari perguruan tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan pelaku usaha.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan talkshow yang mengusung tema “Cerdas Kenali Label Gizi untuk Dapatkan Pilihan Lebih Sehat". Talkshow yang menghadirkan narasumber Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Reri Indriani dan Pakar Gizi dari Institut Pertanian Bogor, Dr. Rimbawan, serta dimoderatori oleh dr. Lula Kamal ini berjalan interaktif dan banyak mengundang diskusi dari peserta yang hadir. (HM-Herma)

 

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan


09/15/2019 - 22:15
JAGA MUTU OBAT, LOKA POM DI KABUPATEN TANAH BUMBU BERIKAN PEMBINAAN DI PUSKESMAS PERAWATAN PAGATAN

Sabtu, 14 September 2019 Kantor BPOM di Kab. Tanah Bumbu melaksanakan Kegiatan Pembinaan Pengelolaan Obat kepada Petugas Pengelola Obat di Wilayah Puskesmas Perawatan Pagatan kegiatan ini bertempat di Ruang Pertemuan Puskesmas Perawatan Pagatan, Kab. Tanah Bumbu.

09/13/2019 - 17:04
Tiga puluh tiga Pelaku Usaha menerima Nomor Izin Edar Produk Obat Tradisional

Yogyakarta. Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dan mendampingi para pelaku usaha untuk dapat menghasilkan produk obat tradisional dan suplemen kesehatan yang aman, bermutu, bermanfaat, dan berdaya saing, maka Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI dan BBPOM di Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pelayanan prima registrasi obat tradisional dan suplemen kesehatan yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari tanggal 11 - 13 September 2019.

 

09/13/2019 - 13:09
LANTIK INSPEKTUR UTAMA UNTUK PENINGKATAN REFORMASI BIROKRASI DAN PENGGUNAAN APBN

Jakarta - Pelantikan pejabat struktural kembali dilaksanakan di lingkungan Badan POM, Jumat (13/09). Elin Herlina yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Utama dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Kepala Badan POM sebagai Inspektur Utama. Pengisian jabatan kosong ini merupakan upaya Badan POM mencapai 2 dari 5 sasaran utama Pemerintahan dalam 5 tahun kedepan yaitu Reformasi Birokrasi dan Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merupakan tugas Inspektorat Utama.