Home » Berita Rb » Refleksi Akhir Tahun 2019 Dan Outlook 2020

Refleksi Akhir Tahun 2019 dan Outlook 2020

Jakarta - Jelang akhir tahun 2019, Badan POM menggelar acara Refleksi Akhir Tahun 2019 dan Outlook 2020 di Jakarta, Kamis (19/12). Acara dihadiri tidak hanya oleh Pimpinan Badan POM beserta jajarannya, tetapi juga berbagai mitra kerja dan stakeholders Badan POM.

 

Selain penyampaian refleksi akhir tahun 2019 dan outlook 2020, acara hari ini juga menampilkan pameran digitalisasi perizinan yang diikuti oleh beberapa pelaku usaha di bidang Obat dan Makanan, sosialisasi terkait beberapa program strategis Badan POM, serta konsolidasi dan diskusi akhir tahun yang membahas monitoring dan evaluasi kinerja Badan POM tahun 2019.

 

Mengawali acara hari ini, Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito bersama Perwakilan World Health Organization (WHO) di Indonesia, N. Paranietharan menandatangani grant agreement dan joint workplan dalam lingkup peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Penandatanganan ini merupakan bentuk dukungan WHO terhadap peningkatan akses obat esensial dan vaksin. Sekaligus sebagai upaya pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

 

Selanjutnya, juga dilakukan penyerahan final report Pilot Project Pelaporan Obat Substandar dan Palsu secara simbolis oleh Kepala Badan POM kepada Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan yang diwakili oleh Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.

 

Acara dilanjutkan dengan paparan refleksi akhir tahun 2019 Badan POM yang disampaikan oleh Kepala Badan POM. Penny K. Lukito menyampaikan bahwa selama 2019 ini, bahkan selama empat tahun terakhir, telah banyak perkuatan yang dilakukan terkait dengan kelembagaan. “Esensinya adalah untuk menuju Badan POM sebagai otoritas pengawas Obat dan Makanan yang mandiri dalam pengendalian aspek keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu Obat dan Makanan di Indonesia,” jelas Penny K. Lukito.

 

Secara umum, perkuatan Badan POM difokuskan pada percepatan proses perizinan Obat dan Makanan bagi para pelaku usaha, antara lain melalui deregulasi dan digitalisasi pelayanan yang efeknya secara nyata sudah terlihat. “Selama 2015-2019, industri di Indonesia meningkat sebesar 22%. Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan investasi di bidang industri, termasuk industri Obat dan Makanan. Sekarang tinggal bagaimana kita mengoptimalkan peningkatan ini, salah satunya dengan memberi kemudahan proses perizinan bagi pihak industri,” jelas Kepala Badan POM lebih lanjut.

 

Hal lain yang menjadi fokus di tahun 2019 adalah pendampingan hilirisasi hasil riset untuk dikembangkan hingga menjadi produk yang dapat dikomersialkan. Melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu dan Fitofarmaka serta Satgas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Produk Biologi, Badan POM telah bersinergi dengan banyak pihak untuk kelancaran proses hilirisasi. Target dari proses ini adalah untuk peningkatan daya saing produksi dalam negeri dan kemandirian dalam memproduksi obat di Indonesia.

 

“Yang kami tunggu terakhir adalah Undang-Undang (UU) Pengawasan Obat dan Makanan yang hingga saat ini masih berproses. UU ini penting agar Badan POM lebih mandiri, tidak bergantung pada institusi lain,” tambah Penny K. Lukito.

 

Segala upaya perkuatan Badan POM tentunya bukan tanpa hambatan. Diakui Penny K. Lukito bahwa musuh terbesar yang harus dihadapi sekarang adalah peredaran Obat dan Makanan ilegal melalui jalur online. “Ini bukan hanya permasalahan di Indonesia, tetapi sudah menjadi tantangan global. Untuk itu, Badan POM telah melaksanakan Patroli Siber berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) untuk menelusuri dan mencegah meluasnya peredaran produk ilegal melalui e-Commerce,” tambah Penny K. Lukito.

 

Pada tahun 2020, Penny K. Lukito menekankan pada inovasi disertai dengan perubahan mindset SDM Badan POM untuk konsisten dalam menjalankan tugasnya dalam pengawasan Obat dan Makanan sesuai dengan prinsip Reformasi Birokrasi. Beberapa gambaran yang akan dilakukan Badan POM ke depan adalah terkait beberapa hal utama, yaitu 1) Percepatan perizinan, terutama dengan membangun kekuatan digital, 2) Pendampingan hilirisasi riset untuk dukung kemandirian industri, 3) Edukasi masyarakat untuk membangun awareness masyarakat menjadi konsumen yang cerdas, 4) Pendampingan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Obat Tradisional, Kosmetik, dan Pangan, serta 5) Pengawasan dan penindakan peredaran produk ilegal secara online.

 

Kepala Badan POM juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada mitra kerja Badan POM yang telah bergerak bersama. Karena sesungguhnya pencapaian Badan POM tidak mungkin terwujud tanpa bantuan dari berbagai pihak. “Terima kasih juga kepada rekan-rekan di Badan POM,” ujar Penny K. Lukito menutup sambutannya.

 

Pada kesempatan ini, Kepala Badan POM menyerahkan Buku Kinerja Badan POM secara simbolis kepada beberapa mitra kerja strategis Badan POM dalam pengawasan Obat dan Makanan. Kepala Badan POM juga menyerahkan penghargaan kepada unit kerja Badan POM, baik di tingkat pusat maupun Balai Besar/Balai POM atas prestasi dan kinerjanya selama tahun 2019. (HM-Herma)

 

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan


02/21/2020 - 12:35
Loka POM Banyumas Giat Kawal Keamanan Pangan Jajan Anak Sekolah di Banyumas

Kamis, 20 Februari 2020, Loka POM Banyumas melakukan Penyuluhan Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), SDN 1 Tambaknegara, Kec. Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah. PJAS berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah. Kegiatan penyuluhan keamanan PJAS ini dilakukan sebagai salah satu program pengawasan Loka POM Banyumas untuk mengawal keamanan pangan jajan anak sekolah, mengingat pentingnya pemenuhan asupan energi dan gizi bagi anak usia sekolah. 

 

02/21/2020 - 12:26
Loka POM Banyumas Berikan Penyuluhan Keamanan PJAS di Purbalingga

Rabu, 19 Februari 2020, Loka POM di Kabupaten Banyumas memberikan penyuluhan Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di MIN 3 Purbalingga dan SMP N 1 Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh siswa/i, guru, dan pedagang kantin di lingkungan sekolah kurang lebih sejumlah 100 orang. Kegiatan penyuluhan keamanan PJAS ini dilakukan sebagai salah satu program pengawasan Loka POM Banyumas untuk mengawal keamanan pangan jajan anak sekolah, mengingat pentingnya pemenuhan asupan energi dan gizi bagi anak usia sekolah. 

02/21/2020 - 12:08
Loka POM Banyumas Paparkan Penyuluhan Keamanan PJAS di Sekolah Dasar Kabupaten Banjarnegara

Loka POM Banyumas melakukan Penyuluhan Keamanan Pangan Jajan Anak Sekolah (PJAS), Selasa, 18 Februari 2020 di SD N 4 Banjarnegara dan SD 1 Muhammadiyah Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

 

PJAS berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah. Untuk mendapatkan generasi sehat, maka setiap anak Indonesia harus diberikan asupan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi sehingga melahirkan generasi Indonesia yang sehat jasmani, pintar dan cerdas.