Home » Berita Rb » Rayakan Ultah Bpom Ke 19 Bbpom Di Semarang Launching 4 Inovasi Layanan Publik

Rayakan Ultah BPOM Ke-19, BBPOM di Semarang Launching 4 Inovasi Layanan Publik

Jumat, 7 Februari 2020, Balai Besar POM (BBPOM) di Semarang mengadakan Pameran UMKM Binaan BBPOM Semarang dan Launching Inovasi Pelayanan Publik sekaligus mengimplementasikan Tema ULTAH BPOM Ke-19 tahun 2020 ini, yaitu “Perkuatan Kelembagaan dan SDM BPOM Menuju Masyarakat Sehat dan Berdaya Saing”.  Pada acara tersebut hadir 48 orang perwakilan dinas-dinas (OPD) terkait, akademisi, lembaga perlindungan konsumen, polda Jawa Tengah, Pramuka serta 32 orang dari UMKM.

Acara Pameran dan Launching Inovasi tersebut disambut dan dibuka oleh Ibu Dra. Peny Rahayu, MSi sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jawa Tengah yang hadir mewakili Ketua Dekranasda Jawa Tengah

Pameran produk UMKM binaan dimaksudkan untuk turut membantu promosi produk-produk lokal/unggulan daerah, juga wujud pemberian apresiasi kepada pelaku usaha yang taat aturan dan turut berperan dalam mewujudkan produk obat dan makanan yang aman dan bermutu bagi masyarakat.

Adapun launching inovasi layanan publik BBPOM Semarang dimaksudkan meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat dengan melakukan inovasi pelayanan publik agar lebih efektif dan efisien, disamping pengawasan yang secara rutin telah dilaksanakan. Hal ini menjawab makin kompleksnya permasalahan obat dan makanan dan kuatnya ekspektasi masyarakat kepada BPOM.

Ada 4 Inovasi Pelayanan Publik yang dilaunching BBPOM di Semarang, adalah :

  1. BPOM SIMPATIC (Siap Memberikan Pelayanan Terbaik dan Intensif di Tempat Customer)
  2. BPOM LAKONE SEKTI (Layanan Komunikasi Efektif, Sertifikasi dan Registrasi)
  3. URC MLAYU BANTER (Unit Respon Cepat Melayani Aduan Bersama dan Terpadu)
  4. LAYLA MESEM (Layanan Laboratorium Melindungi Sekolah dan Masyarakat)

Dari inovasi-inovasi tersebut, BBPOM di Semarang berharap dapat memberikan pelayanan sesuai yang diharapkan oleh masyarakat dalam rangka pengawasan Obat dan Makanan, sehingga Obat dan Makanan yang beredar terutama di Jawa Tengah, aman, bermutu dan berkhasiat/bermanfaat.

Kepala BBPOM di Semarang Drs. Safriansyah, Apt, MKes, menyatakan bahwa BBPOM di Semarang berupaya terus dalam meningkatkan pelayanan pembinaan kepada pelaku usaha (UMKM) dalam rangka sertifikasi dan pendaftaran izin edar, sehingga produk Obat dan Makanan yang beredar di Jawa Tengah khususnya tetap aman dan bermutu dan memiliki daya saing, yang selanjutnya mampu meningkatkan perekonomian daerah. Dalam melakukan pembinaan tersebut BBPOM di Semarang tidak bisa bekerja sendiri, perlu adanya dukungan dari lintas pemangku kepentingan/Dinas-Dinas terkait sesuai amanat Inpres No.3/2017 dan Permendagri No.41/2018 dalam bentuk kerjasama kolaborasi dan sinergis.

Dalam sambutannya, Dra. Peny Rahayu, MSi yang mewakili Ketua Dekranasda Jawa Tengah menyatakan bahwa Pemerintah Propinsi Jawa Tengah berharap BBPOM Semarang mampu berkontribusi positip terhadap program Gubernur Jawa Tengah dalam menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah melalui langkah pembinaan dan pendampingan terhadap UKM. Dengan diselenggarakan Pameran ini, sebagai salah satu upaya membantu mempromosikan produk-produk unggulan ‘BINAAN’ Daerah yang  telah dan memenuhi standar mutu dan keamanan. “Dengan UKM yang berdaya saing dan jangkauan pasar yang semakin luas, Insha Allah akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah”. Dra. Peny Rahayu, MSi. juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada BBPOM di Semarang yang telah ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah Jawa Tengah.

Dengan dilaunchingnya 4 Inovasi Pelayanan Publik, Dra. Peny Rahayu, MSi juga menyampaikan Selamat kepada BBPOM di Semarang. “Produk Eksport Jawa Tengah selalu naik dari tahun ke tahun”. “Kami masih banyak UKM yang perlu didampingi, jadi perlu kami kerjasama dengan BBPOM yang selalu ikut mendampingi para UKM ini bisa naik kelas” dalam menanggapi inovasi BPOM LAKONE SEKTI dan BPOM SIMPATIC.

Menanggapi inovasi LAYLA MESEM, Dra. Peny Rahayu, MSi menyarankan BBPOM bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dalam melakukan pengawasan Pangan Jajanan di Kantin Sekolah. Dan untuk inovasi URC MLAYU BANTER, diharapkan juga masyarakat bisa melakukan laporan di BBPOM Semarang secara terbuka dan harus perlu disosialisasikan.

Dalam Acara ini BBPOM di Semarang juga secara khusus memberikan Apresiasi kepada Stake holder/ OPD yang aktif dalam mendukung pengawasan, melakukan pembinaan dan pendampingan dalam usaha mendapatkan Nomor Registrasi BPOM (Izin Edar).

Selain itu pada kegiatan ini juga diberikan penghargaan terhadap ASN Inspiratif dan Berprestasi, serta Non ASN berprestasi dan dimeriahkan oleh penampilan Paduan Suara BBPOM di Semarang.

 

Balai Besar POM di Semarang


03/27/2020 - 15:09
“LAWAN CORONA” BPOM PANGKALPINANG LAKUKAN DISINFEKTAN DAN PEMBUATAN HAND SANITIZER

Untuk menjaga kondisi lingkungan aman dari paparan Virus Corona (Covid-19), Balai POM Pangkalpinang lakukan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh area Kantor seperti area pelayanan publik, ruang kerja termasuk juga laboratorium. Langkah ini diambil karena semakin banyaknya jumlah orang yang terpapar Virus Corona (Covid-19) di wilayah Indonesia.

 

03/23/2020 - 13:30
Cegah Penyebaran Covid-19, BBPOM di Mataram Sesuaikan Jam Operasional Layanan Publik

Mataram (23/03/2020). Menindaklanjuti Surat Edaran Nomor KP.11.01.2.25.03.20.25 Tahun 2020 Tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipili Negara (ASN) di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan Dalam Upaya Kewaspadaan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19, maka BBPOM di Mataram selain melakukan penyesuaian jam ASN juga melakukan penyesuaian jam Layanan Publik yang efektif berlaku sejak tanggal 23 Maret 2020.

03/20/2020 - 15:01
Anggota DPD RI kunjungi BBPOM di Denpasar : Dukung UU POM dan Daya Saing UMKM

Jumat-20 Maret 2020, Anggota DPD RI, Arya Wedakarna berkunjung ke Balai Besar POM di Denpasar. Dalam sambutan hangat Kepala Balai Besar POM di Denpasar, Ni GAN Suarningsih disampaikan pula rasa terimakasih atas kepedulian Anggota DPD RI Wilayah Bali ini, saat adanya kasus CoVID -19 yang menurunkan kualitas dan kuantitas perekonomian Bali.