Home » Berita Rb » Pendampingan Umkm Petani Garam Di Pulau Terluar Aceh

PENDAMPINGAN UMKM PETANI GARAM di PULAU TERLUAR ACEH

Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik pada pelaku usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk percepatan perizinan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan,mutu dan khasiat produk agar tetap perlu memenuhi standar layak konsumsi agar terjamin keamanan mutunya. Sebagian besar produk pangan dihasilkan oleh produsen UMKM, terlebih UMKM menempati posisi strategis untuk berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian nasional sehingga perlu didukung, didampingi, dan difasilitasi sehingga mampu meningkatkan daya saing.

Berkenaan dengan hal tersebut, pada hari Senin, 16 Desember 2019 Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh melakukan Pendampingan dan fasilitasi Sarana Produksi Pangan Petani Garam beryodium di Pulau Terluar Aceh yaitu Pulau Simeulue agar dapat mendaftarkan produknya di Badan POM. Kepala Balai Besar POM di Banda Aceh Drs. Zulkifli, Apt langsung turun untuk mendampingi dan memfasilitasi petani Garam beryodium tersebut.

Pendampingan yang dilakukan meliputi cara produksi pangan olahan yang baik, tatacara pendaftaran produk pangan secara online di Badan POM, dan cara pemberian yodium ke dalam garam agar sesuai dengan standar SNI.

Penggunaan garam beryodium sangat penting bagi kesehatan terutama kesehatan keluarga. Iodium bermanfaat untuk memicu pertumbuhan otak, menyehatkan kelenjar tiroid, menyehatkan proses tumbuh kembang janin, mencerdaskan otak. Kekurangan iodium mengakibatkan penyakit gondok, keterbelakangan mental, bayi lahir cacat, anak kurang cerdas, keguguran pada ibu hamil, kekerdilan (stunting) dan lainya.

Badan POM berkomitmen untuk selalu memberikan pengawalan kepada UMKM dengan mendukung kemudahan berusaha dan meningkatkan daya saing agar dapat meningkatkan kualitasnya. Semoga dengan kemandirian dan peningkatan daya saing UMKM, seperti UMKM Garam beryodium di Pulau terluar Aceh ini dapat mendukung pariwisata sekaligus menjadi salah satu solusi untuk mengurangi jumlah populasi stunting di Provinsi Aceh.

 

Balai Besar POM di Banda Aceh

 


03/27/2020 - 15:09
“LAWAN CORONA” BPOM PANGKALPINANG LAKUKAN DISINFEKTAN DAN PEMBUATAN HAND SANITIZER

Untuk menjaga kondisi lingkungan aman dari paparan Virus Corona (Covid-19), Balai POM Pangkalpinang lakukan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh area Kantor seperti area pelayanan publik, ruang kerja termasuk juga laboratorium. Langkah ini diambil karena semakin banyaknya jumlah orang yang terpapar Virus Corona (Covid-19) di wilayah Indonesia.

 

03/23/2020 - 13:30
Cegah Penyebaran Covid-19, BBPOM di Mataram Sesuaikan Jam Operasional Layanan Publik

Mataram (23/03/2020). Menindaklanjuti Surat Edaran Nomor KP.11.01.2.25.03.20.25 Tahun 2020 Tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipili Negara (ASN) di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan Dalam Upaya Kewaspadaan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19, maka BBPOM di Mataram selain melakukan penyesuaian jam ASN juga melakukan penyesuaian jam Layanan Publik yang efektif berlaku sejak tanggal 23 Maret 2020.

03/20/2020 - 15:01
Anggota DPD RI kunjungi BBPOM di Denpasar : Dukung UU POM dan Daya Saing UMKM

Jumat-20 Maret 2020, Anggota DPD RI, Arya Wedakarna berkunjung ke Balai Besar POM di Denpasar. Dalam sambutan hangat Kepala Balai Besar POM di Denpasar, Ni GAN Suarningsih disampaikan pula rasa terimakasih atas kepedulian Anggota DPD RI Wilayah Bali ini, saat adanya kasus CoVID -19 yang menurunkan kualitas dan kuantitas perekonomian Bali.