Home » Berita Rb » Pemusnahan Hasil Temuan Pengawasan Obat Dan Makanan Bbpom Di Samarinda Bersama Pemkab

PEMUSNAHAN HASIL TEMUAN PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN BBPOM DI SAMARINDA BERSAMA PEMKAB KUTAI KARTANEGARA

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Samarinda melaksanakan pemusnahan hasil pengawasan  obat dan makanan yang mengandung bahan berbahaya di Halaman Kantor PDAM Kabupaten Kutai Kartanegara pada hari Senin, tanggal 30 Desember 2019 menggunakan mobil incinerator. Pemusnahan hasil temuan dalam rangka melindungi masyarakat dari peredaran dan penggunaan obat dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemusnahan Barang temuan sebagai tindak lanjut hasil Pengawasan Obat dan Makanan yang mengandung bahan berbahaya yang dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Samarinda bersama-sama dengan Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Dinas/OPD terkait pada tanggal 2 Desember 2019 dan 10 Desember 2019 di Kecamatan Muara Badak dan Kecamatan Loa Kulu.

Kepala Balai Besar POM di Samarinda, Drs. Leonard Duma, Apt., MM. mengungkapkan kegiatan pemusnahan obat-obatan yang illegal ini sebagai bentuk komitmen bersama-sama Pemerintah melindungi masyarakat selaku konsumen, mengingat pemahaman masyarakat yang masih kurang terkait produk-produk yang membahayakan bagi konsumen, kedepannya Balai Besar POM di Samarinda akan memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar mengetahui produk yang asli atau palsu.

Bupati Kutai Kartanegara Drs. Edi Damansyah, M.Si, mengatakan “ Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melakukan kerjasama dengan BBPOM di Samarinda dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan memberikan edukasi untuk lebih selektif dan mengantisipasi dalam mengkonsumsi obat dan makanan yang beredar. Kedepannya kerjasama ini akan lebih intensif lagi dengan memberikan pengawasan terhadap obat dan makanan dengan melakukan razia terhadap penjualan obat dan makanan illegal. Sasaran utamanya adalah pasar-pasar di wilayah kabupaten Kutai Kartanegara.

Semua Produk yang dimusnahkan didapat dari hasil pengawasan terhadap 13 sarana. Dilihat dari nilai produk yang dimusnahkan seluruhnya berjumlah Rp. 18.848.500,00, (Delapan Belas Juta Delapan Ratus Empat Puluh Delapan Ribu Lima Ratus Rupiah). Adapun Produk-produk yang dimusnahkan terdiri atas 84 Item jenis Obat Tradisional TIE ( Tanpa Ijin Edar)  dan 7 Item Jenis Obat Keras Jenis Daftar G.

Selanjutnya Balai Besar POM di Samarinda menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati, tidak mengkonsumsi obat dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan, tanpa izin edar, dan atau palsu. Apabila masyarakat menemukan hal-hal yang mencurigakan atau mempunyai informasi yang ingin disampaikan, agar menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar POM di Samarinda Nomor Telp: (0541) 744743, SMS/WA: 081348402867, Instagram: @bbpom_samarinda_ , Facebook: @BPOM_Samarinda.

 


01/28/2020 - 19:58
Perkuat Pengawalan CPOB Industri Farmasi, Badan POM Optimalkan Manajemen Inspeksi CPOB

Surabaya - Sebagai bagian dari komitmen Badan POM untuk senantiasa memperkuat sinergi dan koordinasi pusat dan daerah, Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor secara berkelanjutan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pusat, Balai dan Loka POM dalam Kajian Manajemen Inspeksi Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) di Surabaya, Selasa (28/01).

01/27/2020 - 14:28
Perkuat Pengawasan Obat, Obat Hewan dan Pangan, Badan POM Kerja Sama dengan Kementerian Pertanian

Jakarta – Kerjasama Badan POM dengan Kementerian Pertanian dikukuhkan kembali melalui penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) Penguatan Pengawasan Obat, Obat Hewan dan Pangan dalam rangka Peningkatan Keamanan, Mutu, dan Daya Saing Produk Pertanian.  Penandatanganan ini berlangsung dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Pembangunan Pertanian Tahun 2020 yang diselenggarakan Kementerian Pertanian di Hotel Bidakara Jakarta, Senin (27/01).