Home » Berita Rb » Mencerdaskan Pelaku Usaha Pangan Dan Konsumen Kunci Keamanan Pangan

Mencerdaskan Pelaku Usaha Pangan dan Konsumen, Kunci Keamanan Pangan

Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi kelangsungan hidup dan pertumbuhan manusia, oleh karena itu tentulah harus aman, bermutu dan layak untuk dikonsumsi. Bicara tentang Keamanan Pangan, disini terlibat 3 pilar yang bertanggung jawab dalam pengawasan keamanan pangan yaitu Pemerintah, Produsen/Pelaku Usaha dan Konsumen/Masyarakat. Pemerintah melakukan pengawasan sebelum dan sesudah produk diedarkan, produsen harus menjamin keamanan, mutu dan khasiat dari produk yang dihasilkannya, dan konsumen harus cerdas dalam memilih produk yang akan dikonsumsinya.

Untuk itu BBPOM di Banda Aceh kembali diundang sebagai narasumber oleh Dinas Kesehatan Kota Sabang dalam kegiatan Bimtek Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Keamanan Obat dan Makanan. Kedua kegiatan tersebut dilakukan secara daring dengan narasumber dari BBPOM di Banda Aceh dan diikuti oleh peserta secara luring di Aula Dinas Kesehatan Kota Sabang.

Bimtek PKP dilaksanakan pada hari Selasa (13/10) dengan jumlah peserta sebanyak 35 (tiga puluh lima) Industri Rumah Tanga Pangan (IRTP). Bimtek PKP ini memberi materi tentang perundang-undangan di bidang pangan, keamanan pangan, cara produksi pangan olahan yang baik, dan materi lainnya yang terkait dengan keamanan pangan sehingga para pelaku usaha dapat memproduksi pangan yang aman untuk dikonsumsi.

KIE Keamanan Obat dan Makanan dilaksanakan esok harinya yaitu Rabu (14/10) dengan jumlah peserta sebanyak 90 (Sembilan puluh) orang yang terdiri dari petugas puskesmas dan kader kesehatan Kota Sabang. Kegiatan KIE ini membekali para petugas puskesmas dan kader kesehatan tentang cara memilih produk obat dan makanan yang aman untuk dikonsumsi, cermat memilih kosmetika di era digitalisasi, dan ditutup dengan pengenalan aplikasi Cek BPOM dan BPOM Mobile yang dapat diunduh melalui smart phone sehingga masyarakat dapat memeriksa izin edar produk yang dikonsumsinya, melakukan pengaduan, dan juga memperoleh berita yang menarik seputar obat dan makanan.

Harapan kedepan, pengawasan Obat dan Makanan dapat dilakukan secara komprehensif oleh 3 pilar yaitu pemerintah, produsen dan konsumen, sehingga masyarakat Indonesia aman dari peredaran produk  tanpa izin edar dan mengandung bahan berbahaya.

Jika masyarakat memerlukan informasi tentang Obat dan Makanan dapat menghubungi petugas Pelayanan Publik di nomor 081397010250 dan juga dapat  mengikuti media sosial BBPOM di Banda Aceh melalui Instagram (@bpomaceh), Twitter (@BPOMAceh), Facebook (BPOM Aceh) dan Youtube (BPOM Aceh).

 

Balai Besar POM di Banda Aceh


10/27/2020 - 09:35
BBPOM di Semarang Semangat Hadapi Desk Evaluasi Pembangunan Zona Integritas oleh Kemenpan RB

Balai Besar POM di Semarang telah melaksanakan Desk Evaluasi Pembangunan Zona Integritas menuju WBK WBBM oleh evaluator dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada Kamis, 22 Oktober 2020. Kepala BBPOM di Semarang, Dra.

10/26/2020 - 10:00
Menuju Wilayah Bebas Korupsi, Menpan-RB evaluasi Layanan Publik BBPOM di Manado

Balai Besar POM di Manado, pada tahun 2020 merupakan salah satu dari 19 unit Kerja di lingkungan Badan POM yang diusulkan untuk mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Pengusulan WBK merupakan bagian dari strategi percepatan Reformasi Birokrasi (RB) di Badan POM melalui pembangunan Zona Integritas (ZI).

10/26/2020 - 08:21
BBPOM di Manado tingkatkan pemahaman ISO 9001 : 2015 demi menjaga kualitas layanan Publik

Pada tanggal 14 Oktober 2020, BBPOM di Manado melaksanakan pelatihan Awarness ISO 9001 : 2015 yang diikuti oleh pegawai BBPOM di Manado. BBPOM di Manado yang telah tersertifikasi ISO 9001 : 2015 dan ISO 17025 : 2017 untuk ruang lingkup laboratorium melaksanakan pelatihan ini sebagai bentuk komitmen BBPOM di Manado untuk terus meningkatkan Kompetensi Karyawannya sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas operasional organisasi. Materi Pelatihan disampaikan oleh Bapak Budi Setyawan selaku Trainer dari British Standart International (BSI) – Indonesia.