Home » Berita Rb » Kolaborasi Pemangku Kepentingan Dalam Fasilitasi Umkm Yang Akan Memproduksi Dan

KOLABORASI PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM FASILITASI UMKM YANG AKAN MEMPRODUKSI DAN MENGEDARKAN KOSMETIK

Industri kosmetik, termasuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kosmetik, merupakan salah satu sektor andalan nasional, karena mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, antara lain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Pengembangan UMKM kosmetik menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah mengingat berbagai keterbatasan dan permasalahan yang dihadapi oleh UMKM seperti perizinan, permodalan, penyediaan bahan baku, produksi, pemasaran, pembuatan desain kemasan produk, gangguan lainnya dan kendala SDM. Dari berbagai permasalahan tersebut, kendala perizinan adalah yang paling kritikal karena industri baru dapat menjalankan usaha sesuai ketentuan apabila telah memiliki legalitas untuk memproduksi dan legalitas untuk mengedarkan produknya.

Badan POM berkolaborasi dengan pemerintah terkait untuk memfasilitasi legalitas UMKM kosmetik sehingga dapat memproduksi dan mengedarkan kosmetik sesuai ketentuan. Kolaborasi yang dilakukan berupa rekomendasi peserta pelaku usaha fasilitasi penerapan CPKB yang telah dibina sebelumnya oleh beberapa Kementerian/Lembaga/Pemerintah daerah yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Pemerintah daerah di wilayah Jabodetabek, serta Asosiasi pelaku usaha kosmetik. Selain itu, penyampaian informasi terkait perizinan usaha di wilayah Jabodetabek oleh pemerintah setempat dilakukan untuk memudahkan pelaku usaha di dalam mengurus perizinan.

Berkenaan dengan hal tersebut, Badan POM menginisiasi Kegiatan Kolaborasi Fasilitasi Pemangku Kepentingan Bagi UMKM yang akan Memproduksi dan Mengedarkan Kosmetik pada tanggal 3-4 September 2019 di Serpong. Kegiatan tersebut dibuka oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Dra. Mayagustina Andarini, Apt., M.Sc.  Diikuti oleh 30 UMKM yang belum mempunyai izin untuk memproduksi dan mengedarkan kosmetik. Peserta pelaku usaha berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Banten.

Rangkaian kegiatan selama 2 hari meliputi penyampaian informasi mengenai tata cara perizinan di bidang usaha kosmetik oleh BKPM, BPOM dan pemerintah daerah wilayah Jabodetabek; motivasi dan strategi branding produk kosmetik oleh Jeremy Thomas; serta bimbingan teknis denah bangunan industri kosmetik dan penerapan CPKB. Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku usaha dapat memanfaatkan dengan baik kesempatan ini, sehingga mampu memproduksi dan mengedarkan kosmetik sesuai ketentuan dengan lebih cepat dan mudah, serta lintas sektor terkait dapat memfasilitasi.

 

 

Direktorat Pengawasan Kosmetik


04/02/2020 - 14:54
Penyesuaian Kembali Waktu Pelaksanaan Pelayanan Publik di Balai Besar POM di Manado

PEMBERITAHUAN

DALAM RANGKA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 TERHADAP PELAYANAN PUBLIK

DI BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN DI MANADO

Nomor : B-KP.11.01.112.04.20.01

 

 

Kepada Yth,

Pelaku Usaha dan Mitra BBPOM di Manado

 

04/01/2020 - 12:54
Press Release Balai POM di Palu mengenai wabah Covid-19

Pada Rabu, 1 April 2020 Balai POM di Palu mengadakan konferensi pers dengan wartawan media massa lokal. Kegiatan dilakukan di Kantor Balai POM di Palu dengan tetap memperhatikan physical distancing. Adapun hasil press release sebagai berikut: Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap resiko penyebaran Corona Virus Deseases-19 (Covid-19) perlu dilakukan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan. Adapun Kegiatan pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19 yang dilakukan Balai POM di Palu terdiri dari: 1.

03/31/2020 - 14:05
Cegah Penyebaran Virus Corona (Covid-19), BBPOM di Pontianak Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Selasa, 31 Maret 2020, BBPOM di Pontianak melakukan penyemprotan disinfektan pada beberapa ruangan dan fasilitas pelayanan publik yang ada. Beberapa ruangan tersebut adalah Halaman Kantor, Taman, Mushola, Area Parkir, Toilet, Lorong, Lobby, Aula, Ruang Pelayanan Publik serta Ruang Laktasi  pun tak luput dari penyemprotan disinfektan.