Home » Berita Rb » Kolaborasi Bpom Ambon Dan Dinkes Maluku Tengah Dampingi Umkm Di Kepulauan Banda Neira

KOLABORASI BPOM AMBON DAN DINKES MALUKU TENGAH, DAMPINGI UMKM DI KEPULAUAN BANDA NEIRA

Ambon (20/11) –Banda Neira merupakan kepulauan yang memiliki histori yang kuat dengan alamnya yang indah. Wilayah ini merupakan penghasil pala “emas hijau” yang sangat masyur sejak zaman penjajahan sehingga banyak diperebutkan oleh bangsa lain. Termasuk juga beberapa tokoh nasional seperti Bung Hatta, Sutan Sjahrir dan dr Cipto Mangunkusumo merupakan tokoh yang diasingkan di sini saat zaman penjajahan.

Banda Neira merupakan destinasi yang cantik dengan palung laut terdalam di dunia. Keindahan koralnya telah mengundang banyak divers lokal maupun mancanegara untuk mengarunginya. Begitu juga dengan kuliner khas banda, berbagai hasil olahan laut dan olahan pala banyak djadikan buah tangan oleh para wisatawan. Mirisnya, produk pangan tersebut banyak yang belum memiliki nomor izin edar.

Dalam rangka menjamin keamanan pangan dan untuk mempercepat penerbitan nomor izin edar UMKM pangan atau Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Banda, BPOM Ambon menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah untuk melakukan kegiatan kolaborasi.

Bertempat di 3 desa di Kecamatan Banda Neira yang juga  merupakan desa intervensi pangan aman, yaitu Desa Nusantara, Desa Boiyauw dan Desa Merdeka, dilaksanakan penyuluhan keamanan pangan, audit sarana IRTP sekaligus pendampingan perancangan label pangan selama 2 hari (13/11-14/11).

Kegiatan pendampingan selama 2 hari tersebut, berhasil mendampingi sebanyak 20 IRTP dengan lebih dari 100 produk yang akan didaftarkan. Produk tersebut berupa bakasang (ikan fermentasi), abon ikan dan hasil olahannya, pala dan olahannya (sirup, manisan, selai), serta kue kering.

Pada kesempatan ini juga, IRTP diminta untuk mempersiapkan semua berkas/dokumen yang dibutuhkan seperti Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU) dari kantor desa, Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas, Surat Permohonan, Rancangan Label Produk Pangan dan Sertifikat PKP (bagi yang sudah ada). Semua berkas ini akan dibawa oleh petugas Dinas Kesehatan Kab Maluku Tengah untuk diproses penerbitan nomor P-IRT di ibukota kabupaten yang selama ini sulit karena kendala transportasi laut dan pulau yang berbeda.

Kadir Sarilan selaku Camat Banda Neira dan para kepala desa, sangat mengapresiasi program pendampingan ini, sehingga produk UMKM Pangan produksi Banda yang selama ini dikeluhkan oleh wisatawan mancanegara karena tidak memiliki “health certificate” atau P-IRT dapat teratasi.

Sementara itu, Kepala BPOM Ambon, Dra Hariani Apt menyampaikan komitmen yang tinggi BPOM Ambon terhadap pendampingan UMKM Pangan di Maluku agar dapat memperoleh nomor izin edar dari BPOM ataupun Dinas Kesehatan untuk produk IRTP agar terjamin keamanan, mutu dan gizinya (IT)

Kontributor: Pelayanan Publik BPOM di Ambon


11/26/2020 - 21:00
Optimalkan Fungsi Pengawasan Obat dan Makanan, Badan POM Apresiasi Dukungan Pemerintah Kota Tasikmalaya

Bandung - Masih dalam rangkaian Rapat Evaluasi Nasional, Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito menandatangani naskah perjanjian hibah daerah terkait tanah untuk Kantor Loka POM di Kota Tasikmalaya. Penandatanganan ini dilakukan secara simbolis oleh Kepala Badan POM bersama Plt Walikota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf serta jajaran Pemerintah Kota Tasikmalaya di Grand Mercure Bandung, Kamis (26/11).

 

11/26/2020 - 20:34
Rapat Tinjauan Manajemen Badan POM Tahun 2020 Sebagai Evaluasi untuk Pastikan Kesesuaian, Kecukupan, dan Efektivitas Berkelanjutan atas Implementasi ISO 9001:2015.

Bandung – Badan POM kembali selenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) terhadap Sistem Manajemen Mutu (SMM) atau Quality Management System (QMS) ISO 9001:2015 Tahun 2020 pada hari Kamis (26/11). RTM menjadi kegiatan yang dilaksanakan secara periodik sebagai evaluasi untuk memastikan kesesuaian, kecukupan, dan efektivitas yang berkelanjutan atas implementasi QMS di Badan POM.

 

11/26/2020 - 20:34
Rapat Tinjauan Manajemen Badan POM Tahun 2020 Sebagai Evaluasi untuk Pastikan Kesesuaian, Kecukupan, dan Efektivitas Berkelanjutan atas Implementasi ISO 9001:2015.

Bandung – Badan POM kembali selenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) terhadap Sistem Manajemen Mutu (SMM) atau Quality Management System (QMS) ISO 9001:2015 Tahun 2020 pada hari Kamis (26/11). RTM menjadi kegiatan yang dilaksanakan secara periodik sebagai evaluasi untuk memastikan kesesuaian, kecukupan, dan efektivitas yang berkelanjutan atas implementasi QMS di Badan POM.