Home » Berita Rb » Evaluasi Sertifikasi Cara Distribusi Obat Yang Baik Cdob

Evaluasi Sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB)

Palembang, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Palembang selalu melaksanakan penjaminan obat dan makanan yang aman, oleh karena itu pada hari jum''at tanggal 11 Oktober 2019 bertempat di BBPOM di Palembang telah dilaksanakan pertemuan evaluasi sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dan penyaluran Obat Lintas Provinsi. Kegiatan pertemuan ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, DPMPTSP Provinsi Sumatera Selatan dan Pimpinan/

Sertifikasi CDOB merupakan mandatory/ wajib harus dilaksanakan dan dimiliki oleh PBF. Tujuan penerapan CDOB tidak lain adalah untuk menjamin obat yang didistribusikan asli, aman dan mencegah terjadinya penyimpangann yang akhirnya disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sekaitan dengan sertifikasi CDOB, penyaluran lintas provinsi juga berpotensi terhadap penyimpangan penyaluran obat sehingga perlu adanya pengawasan terhadap item,jumlah dan tujuannya.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan oleh Kepala BBPOM di Palembang, Dra. Hardaningsih, Apt., MHSM, penerapan CDOB ini harus segera dilaksanakan oleh seluruh PBF di Provinsi Sumatera Selatan, dimana seperti yang disampaikan bahwa dari 49 PBF yang ada, baru 36 PBF yang telah memiliki sertifikat CDOB, 9 PBF dalam proses perbaikan CAPA, 2 telah mendapat rekomendasi sertifikat CDOB dan 2 PBF belum melengkapi persyaratan yang ditentukan. Terkait dengan hal itu, ditekankan bahwa tahun 2019 ini, semua PBF harus telah memiliki sertifikat CDOB sehingga perlu komitmen yang kuat dari semua Pimpinan PBF yang ada. Penyaluran obat lintas provinsi juga disampaikan untuk dilakukan pelaporan guna pengawasan terhadap potensi penyimpangan penyaluran.

Selain oleh Kepala BBPOM di Palembang, disampaikan juga oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Drs. Muhammad Rizal, Apt., Tentang sistem one single submission (OSS). Dijelaskan bahwa sistem ini digunakan untuk mempercepat proses perizinan PBF sehingga meningkatkan mutu pelayanan publik.

Dengan diselenggaralannya kegiatan ini, diharapkan semua pihak, bukan hanya BBPOM di Palembang dan Dinkes Provinsi Sumatera Selatan, namun juga pelaku usaha dan masyarakat, bersama-sama mengawasi obat dan makanan yang beredar, sehingga obat dan mlana yang aman dan bermutu dapat selalu terjaga.

 

Balai Besar POM di Palembang


11/15/2019 - 09:00
BBPOM di Banda Aceh Mengadakan Pelatihan Medsos

Dalam menghadapi tantangan teknologi informasi, pelayanan publik harus terus ditingkatkan.  Jumlah pengguna media sosial (medsos) yang sudah semakin meningkat, menjadi tantangan tersendiri dalam penyampaian informasi. Oleh karena itu, Balai Besar POM (BBPOM) di Banda Aceh terus aktif dalam memberi informasi kepada masyarakat melalui medsos. Dalam mendukung hal tersebut di Banda Aceh telah melakukan kegiatan pelatihan medsos untuk peningkatan kompetensi bagi personel tim medsos di BBPOM Banda Aceh.

11/12/2019 - 16:35
Tingkatkan Pelayanan Publik, Badan POM Lakukan Evaluasi Kinerja 2019

Surabaya – “Gubernur Jawa Timur berharap Badan POM dapat melindungi masyarakat agar Obat dan Makanan yang dikonsumsi aman dan tidak mengandung bahan berbahaya, serta dapat mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar maju dan berdaya saing.” Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso saat hadir mewakili Gubernur Jawa Timur pada pembukaan Rapat Evaluasi Nasional (REN) Badan POM tahun 2019 di Surabaya, Selasa (12/11).

 

11/11/2019 - 09:07
” JUM’AT BERSIH” DI LINKUNGAN BBPOM BANDA ACEH

Gotong royong “Jumat Bersih” adalah salah satu budaya kerja yang harus ditanamkan di lingkungan kerja. Gotong royong dapat dilakukan dalam bentuk membersihkan kantor lingkungan kerja agar tempat para pegawai bekerja menjadi nyaman dan meningkatkan semangat bekerja para pegawainya. Selain itu BPOM sebagai instansi publik, aspek kebersihan juga sangat menunjang layanan publik yang prima.