Home » Berita Rb » Bersama Lintas Sektor Badan Pom Wujudkan Obat Dan Makanan Aman

Bersama Lintas Sektor, Badan POM Wujudkan Obat dan Makanan Aman

Medan–Badan POM sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah yang berfungsi mengawasi beredarnya obat dan makanan, mempunyai tugas yang tidak mudah. Tak hanya luasnya wilayah Indonesia, maraknya kejahatan cyber obat dan makanan di era Revolusi Industri 4.0 dan era Society 5.0 juga menjadi tantangan yang harus dihadapi Badan POM. Badan POM terus berbenah, termasuk membenahi Sumber Daya Manusia (SDM) dari segi kuantitas maupun kualitas. Kompetensi SDM Badan POM harus terus ditingkatkan untuk menjaga Indonesia terhindar dari Obat dan Makanan yang berbahaya.

Bertempat di Hotel Adimulia, Medan, Badan POM melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada tanggal 07-09 April. Kepala Badan POM, Penny K. Lukito bersama Sekretaris Daerah, R. Sabrina yang mewakili Gubernur Sumatera Utara membuka acara secara resmi yang ditandai dengan pemukulan Gondang secara serentak. Gondang merupakan alat musik khas Batak, Senin (08/04). Dihadiri oleh Jajaran Pimpinan Daerah di Sumatera Utara, Perwakilan Masyarakat, dan Akademisi di Sumatera Utara, kegiatan yang merupakan agenda tahunan Badan POM ini juga diikuti oleh seluruh jajaran Badan POM baik di Pusat maupun Daerah.

Mengangkat tema Penguatan Insan Pengawas Obat dan Makanan Meningkatkan Pengembangan Industri Obat dan Makanan serta Perlindungan Masyarakat Menuju Indonesia Sejahtera, agenda utama pertemuan ini merupakan sinkronisasi perencanaan program pembangunan tahun 2020 dalam rangka peningkatan efektivitas pengawasan obat dan makanan. Rakernas juga bertujuan untuk menguatkan komitmen bersama antara Pusat dan Daerah dalam pengawasan obat dan makanan.

Gubernur Sumatera Utara melalui Sekretaris Daerah, Sabrina menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dipilihnya Medan sebagai tempat pelaksanaan Rakernas Badan. Dalam sambutannya disampaikan besarnya harapan dan pentingnya kerjasama dengan Badan POM. ”Saat ini  Sumatera Utara dihadapkan pada permasalahan pengawasan obat dan makanan, yang perlu dijawab dengan peningkatan kerja sama Badan POM dengan stakeholder lainnya. Terlebih Sumatera Utara sebagai destinasi wisata prioritas di Indonesia, sangat membutuhkan pengawasan obat dan makanan untuk menjamin para wisatawan yang mengunjungi Sumatera Utara mengonsumsi obat dan makanan yang aman, bermanfaat, dan bermutu,” ujarnya.

Kepala Badan POM dalam sambutannya menjelaskan bahwa pengawasan obat dan makanan yang kuat dalam lingkungan strategis yang sangat dinamis memerlukan kontribusi SDM dengan multi disiplin ilmu dan kompetensi. “Dukungan penuh pemerintah untuk penguatan SDM Badan POM telah terwujud dengan penempatan 1.064 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang baru saja bergabung dengan Badan POM bulan Maret lalu. Pengawasan obat dan makanan yang didukung oleh SDM kompeten merupakan modal utama untuk meningkatkan pengembangan industri obat dan makanan sekaligus melindungi kesehatan masyarakat menuju Indonesia sejahtera,” ungkap Kepala Badan POM.

Lebih lanjut Kepala Badan POM juga menjelaskan perlunya komitmen dan dukungan, terutama dari Perintah Daerah terkait pengawasan obat dan makanan. “Dengan Permendagri Nomor 41 tahun 2018 tentang Peningkatan Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan di daerah, kami yakin seluruh perwakilan Pemerintah Daerah pada pertemuan ini berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan langkah-langkah peningkatan efektivitas pengawasan obat dan makanan sejalan dengan instruksi Bapak Menteri Dalam Negeri,“ jelasnya.

Disela-sela pembukaan Rakernas, Badan POM kembali memperluas kerja sama melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) dalam rangka peningkatan efektivitas pengawasan obat dan makanan dengan 3 (tiga) Kabupaten/Kota lain di Sumatera Utara yaitu Pemantang Siantar, Nias Barat, dan Nias. Sebelumnya Badan POM telah bekerja sama dengan 6 (enam) kabupaten/kota di Sumatera Utara. Di waktu yang sama, Badan POM juga menandatangani kesepakatan bersama dengan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) tentang Kerja Sama di Bidang Pengawasan Obat dan Makanan. Kerja sama ini merupakan bentuk dukungan nyata Badan POM terhadap perkembangan destinasi wisata, dalam hal ini Danau Toba.

Pada kesempatan yang sama Badan POM memberikan penghargaan kepada Pemerintah Daerah, Instansi, Perguruan Tinggi, dan Media Massa Lokal sebagai wujud apresiasi yang tulus atas komitmen dan kontribusi stakeholder di Sumatera Utara dalam Kerja Sama Produktif.

Di akhir sambutannya, Kepala Badan POM mengharapkan masukan dari peserta Rakernas untuk perencanaan program pengawasan obat dan makanan yang efektif, sinkron, dan sinergis. “Pengawasan obat dan makanan yang efektif memerlukan kepedulian dan keterlibatan seluruh komponen bangsa untuk mewujudkannya. Mari bersama kita wujudkan Obat dan Makanan aman untuk seluruh Masyarakat Indonesia,” tutupnya. (HM-Bayu)

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan

 


06/24/2019 - 19:19
Pelatihan Eksekutif CPOB Cetak SDM Handal Badan POM Perkuat Inpres 6/2016

Jakarta - Bertempat di Swiss-BelHotel Jakarta, Badan POM menyelenggarakan Pelatihan Eksekutif Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB), 24-27 Juni 2019. Dibuka oleh Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, kegiatan ini diikuti oleh Kepala Balai Besar/Balai POM dan Kepala Kantor Badan POM di kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Hadir dalam acara tersebut Plt. Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif, Reri Indriani dan Plt. Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Tetty Helfery Sihombing.

06/21/2019 - 21:28
Pemetaan Kompetensi Pegawai Balai Besar POM di Bandung

Bandung – Dalam rangka pemetaan kompetensi pegawai, seluruh Pegawai Negeri Sipil dengan Jabatan Administrasi Pengawas, Jabatan Fungsional Keahlian dan Keterampilan, serta Jabatan Pelaksana dan Fungsional Umum di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Bandung menjalani penilaian kompetensi teknis, manajerial, dan sosio kurtural, pada Kamis-Jumat (20-21/6/2019).

06/21/2019 - 16:43
Pemberitahuan Downtime Layanan SIMPONI

Kepada Yth.
Pengguna Layanan Publik Badan POM dengan Fasilitas Pembayaran SIMPONI

Sehubungan dengan kegiatan migrasi Sistem Modul Penerimaan Negara Generasi Kedua (MPN G2) ke Sistem Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN G3) yang akan dilakukan oleh Kementerian Keuangan sesuai pengumuman yang ada pada https://simponikemenkeu.go.id/, dengan ini diberitahukan hal-hal sebagai berikut:

1. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada
    Hari       : Jumat – Sabtu
    Tanggal : 21 – 22 Juni 2019