Home » Berita Rb » Badan Pom Pastikan Pengelolaan Keuangan Dan Kegiatan Yang Dilakukan Berkontribusi Pada

Badan POM Pastikan Pengelolaan Keuangan dan Kegiatan Yang Dilakukan Berkontribusi Pada Pembangunan Nasional

Jakarta – Pada Tahun Anggaran 2020, Badan POM melaksanakan 18 Proyek Prioritas Nasional (Pro-PN) pada satuan kerja pusat dan 10 Pro-PN pada lingkup Balai Besar/Balai POM, dan pelaksanaannya terus dikawal dan dipastikan implementasi DIPA Badan POM,  “Pengelolaan anggaran maupun pelaksanaan kegiatan fisik dipastikan mendukung secara nyata pencapaian sasaran visi dan misi Badan POM dalam memberikan kontribusi kinerja pembangunan nasional”, ungkap Kepala Badan POM, Penny K. Lukito pada saat menyerahkan Laporan Keuangan Unaudited Tahun Anggaran (TA) 2020, Jum’at (26/2). 

Kepala Badan POM menyampaikan bahwa realisasi Anggaran Belanja Badan POM TA 2020 sebesar Rp 1,459 Triliun atau 94,48%. Anggaran digunakan untuk mendukung pencapaian Visi Presiden yang menitikberatkan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penguatan pengawasan obat dan makanan untuk mewujudkan Indonesia yang sehat, berkualitas dan berdaya saing. 

Pada 2020, Badan POM melakukan refocusing anggaran sebesar Rp 50,1 Mliar untuk mendukung penanganan Covid-19. Realisasi belanja anggaran Covid-19 ini sebesar Rp 48,9 Miliar atau 97,45%.

Laporan Keuangan ini merupakan pertanggung jawaban dan transparansi pengelolaan keuangan negara, serta sebagai dokumen manajemen dalam mendukung perbaikan menerus untuk mewujudkan pemerintah yang baik (good governance) dalam pelayanan publik untuk masyarakat Badan POM rampungkan Laporan Keuangan unaudited TA 2020 ini tepat waktu dan telah direview oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Badan POM.

Sebagaimana UU No 17 Tahun 2003 pasal 30 tentang Keuangan Negara yang menyatakan bahwa Presiden menyampaikan RUU tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara kepada DPR berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh BPK, “maka penyerahan laporan keuangan ke BPK ini merupakan salah satu wujud pertanggungjawaban sesuai UU”, Ujar Hary Azhar selaku Anggota VI, BPK RI.

Badan POM terus berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hasil pemeriksaan dan rekomendasi yang diberikan dalam rangka perbaikan penyusunan laporan keuangan, untuk mempertahankan opini WTP. (HM-Chandra)

Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat


04/16/2021 - 15:24
Closing Meeting Evaluasi Regional I SAKIP Balai POM di Pangkalpinang

Setelah melalui tiga hari pelaksanaan Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Regional I, akhirnya pada Kamis, 16 April 2021 dilakukan proses Closing Meeting. Bertempat di Ruang Aula Balai POM di Pangkalpinang acara digelar secara sederhana dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hadir pada acara ini Inspektur Utama Badan POM, Dra. Mayagustina Andarini, Apt., M.Sc. dan Inspektur II, Dra. Zulaimah, Apt., M.Si. beserta Tim Evaluator.

04/16/2021 - 10:02
BPOM HSU Lakukan Intensifikasi Pengawasan Pangan Olahan di Bulan Ramadhan dan Menjelang Hari Raya Tahap II

Meski di tengah pandemi, masyarakat Indonesia tetap semangat menyambut bulan suci Ramadhan 1442 H. Pada kondisi ini pula BPOM HSU terus bekerja demi melindungi masyarakat dengan pengawalan keamanan produk pangan selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Petugas tetap menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 saat melakukan kegiatan tersebut. Pada minggu pertama kegiatan telah dilaksanakan selama 3 hari, pada tanggal 13-15 April 2021 di 3 kabupaten yang berbeda yaitu Kab. Hulu Sungai Utara, Kab. Balangan, dan Kab. Tabalong.

04/15/2021 - 08:31
INTENSIFIKASI PENGAWASAN WADAI RAMADHAN

Wadai berasal dari bahasa Banjar yang artinya kue. Banyak jenis wadai yang dijajakan. Pedagang wadai membludak ketika Ramadhan tiba. Hal ini merupakan tradisi masyarakat setempat dalam memaknai suasana Ramadhan. Beberapa jenis wadai dicurigai menggunakan bahan berbahaya. Oleh karenanya, Sebagai Pengawas Obat dan Makanan, BBPOM di Banjarmasin melakukan intensifikasi pengawasan wadai ramadhan dengan isi kegiatan berupa sampling wadai kemudian dilakukan pengujian Formalin, Boraks, Methanyl yellow dan Rodhamin B, serta memberikan edukasi terkait pangan aman.