Home » Berita Rb » Audit Surveillance Qms Sni Iso 9001 2015 0

Audit Surveillance QMS SNI ISO 9001 2015

Pada tanggal 31 Agustus 2020 - 01 September 2020 telah dilaksanakan Audit Surveillance QMS SNI ISO 9001 : 2015, yaitu audit (pemantauan) yang wajib dilakukan oleh Badan Sertifikasi independen setiap satu tahun sekali terhadap instansi yang telah bersertifikat ISO.

Balai POM di Manokwari telah memperoleh sertifikat SNI ISO 9001 sejak tahun 2013, dan telah melalui 3 siklus sertifikasi yaitu Audit sertifikasi SNI ISO 9001:2008 pada tahun 2013, Audit Resertifikasi pada tahun 2016. Kemudian pada tahun 2019 melakukan Audit sertifikasi kembali karena adanya perubahan standard menjadi SNI ISO 9001:2015.

Audit ini dilaksanakan oleh lembaga sertifikasi TUV Rheinland dengan auditor Atok Supriyanto, merupakan badan sertifikasi internasional yang menyediakan sertifikasi untuk berbagai sistem manajemen diberbagai bidang.

Opening meeting dibuka oleh Mojaza Sirait, S.Si., Apt selaku Kepala Balai, diikuti oleh seluruh anggota Manajemen Representatif dan masing – masing Kepala Seksi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

Pada closing meeting auditor menyampaikan bahwa Balai POM di Manokwari tetap dinyatakan berhak memegang sertifikat ISO 9001:2015 pada periode surveillance tahun 2020 dengan 5 aspek positif dan 7 opportunity for improvement.

 


09/26/2020 - 15:52
Pemberitahuan Downtime Layanan SIMPONI dan MPN G3

Kepada Yth.
Pengguna Layanan Publik Badan POM dengan Fasilitas Pembayaran SIMPONI dan MPN G3

Sehubungan dengan kegiatan pemeliharaan Aplikasi SIMPONI (https://simponi.kemenkeu.go.id) dan Sistem Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN G3) yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan, dengan ini diberitahukan hal-hal sebagai berikut:

09/25/2020 - 20:05
Upaya Badan POM Tingkatkan Kapasitas Komunikasi, Negosiasi, dan Diplomasi SDM untuk Dukung Percepatan Penanganan COVID-19

Jakarta – “Selama masa pandemi COVID-19, Badan POM memiliki peran strategis dalam percepatan ketersediaan obat dan vaksin yang aman, bermutu, dan berkhasiat. Peran ini memerlukan adanya kerja sama dan kolaborasi yang baik dengan lintas sektor di dalam negeri maupun lintas negara. Untuk itu, sumber daya manusia (SDM) Badan POM dituntut memiliki kapasitas yang memadai dalam menjalin kemitraan dengan berbagai stakeholder terkait”. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan POM RI, Penny K.