Home » Berita Rb » Asistensi Regulasi Perkuat Kinerja Dak Non Fisik Pengawasan Obat Dan Makanan Kalimantan

Asistensi Regulasi Perkuat Kinerja DAK Non Fisik Pengawasan Obat dan Makanan Kalimantan Selatan – Kalimantan Tengah Tahun 2021

Sebanyak 10 (sepuluh) kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dan 13 (tiga belas) kabupaten/kota di Kalimantan Tengah mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik pada tahun 2021. Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2017 tentang Efektiitas Pengawasan Obat dan Makanan, Badan POM melakukan koordinasi pelaksanaan pengawasan Obat dan Makanan dengan instansi terkait termasuk pengawasan pangan olahan Industri Rumah Tangga (IRT) oleh pemerintah daerah. Sehubungan dengan hal tersebut, Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha bersama BBPOM di Banjarmasin dan BBPOM di Palangkaraya menyelenggarakan kegiatan Advokasi/Asistensi Regulasi dalam rangka Pembinaan dan Monitoring Kinerja Kabupaten/Kota Penerima DAK Tahun 2021 pada 5-6 April 2021. Kegiatan ini diselenggarakan secara kombinasi luring dan daring di kota Banjarmasin.

Menunjukkan komitmen dan dukungan terhadap pelaksanaan DAK di Kalimantan Selatan, pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Ir.Roy Rizali Anwar, ST., MT  hadir membuka kegiatan pada Senin 5 April 2021. Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Bappeda, Dinas PMPTSP dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Penerima DAK Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah ini juga dilaksanakan penandatanganan Komitmen Pelaksanaan DAK Non Fisik Pengawasan Obat dan Makanan 2021. Dalam kegiatan ini, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan menyampaikan materi arah kebijakan DAK Non Fisik POM Tahun 2021. Beberapa narasumber dihadirkan baik secara luring maupun daring antara lain Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Badan POM, Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Badan POM, PPSDM Badan POM, Direktorat Pengawasan Produksi Pangan Olahan dan Direktorat Pengawasan Peredaran Pangan Olahan Badan POM. Di hari kedua 6 April 2021, dilaksanakan desk intensif/monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan DAK Tahun 2021.

Berbagai kendala dan monitoring pelaksanaan DAK Pengawasan Obat dan Makanan 2021 teridentifikasi dari kegiatan yang telah dilaksanakan. Dalam kegiatan asistensi regulasi ini, Badan POM selaku inisiator pemberian DAK Pengawasan Obat dan Makanan memberikan coaching dan pendampingan terhadap rencana pelaksanaan, monitoring dan memberikan arahan/rekomendasi solusi terhadap kendala yang dihadapi Dinas Kesehatan Kabupatan/Kota dalam pelaksanaan DAK Tahun 2021. Dengan adanya kegiatan asistensi regulasi ini, diharapkan pelaksanaan DAK Non Fisik Pengawasan Obat dan Makanan Tahun 2021 dapat berjalan lebih optimal dan memberikan outcome pemberian jaminan keamanan obat dan makanan, dalam hal ini khususnya keamanan produk PIRT melalui pengawasan pre dan post market sesuai amanah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

 

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banjarmasin


04/16/2021 - 15:24
Closing Meeting Evaluasi Regional I SAKIP Balai POM di Pangkalpinang

Setelah melalui tiga hari pelaksanaan Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Regional I, akhirnya pada Kamis, 16 April 2021 dilakukan proses Closing Meeting. Bertempat di Ruang Aula Balai POM di Pangkalpinang acara digelar secara sederhana dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hadir pada acara ini Inspektur Utama Badan POM, Dra. Mayagustina Andarini, Apt., M.Sc. dan Inspektur II, Dra. Zulaimah, Apt., M.Si. beserta Tim Evaluator.

04/16/2021 - 10:02
BPOM HSU Lakukan Intensifikasi Pengawasan Pangan Olahan di Bulan Ramadhan dan Menjelang Hari Raya Tahap II

Meski di tengah pandemi, masyarakat Indonesia tetap semangat menyambut bulan suci Ramadhan 1442 H. Pada kondisi ini pula BPOM HSU terus bekerja demi melindungi masyarakat dengan pengawalan keamanan produk pangan selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Petugas tetap menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 saat melakukan kegiatan tersebut. Pada minggu pertama kegiatan telah dilaksanakan selama 3 hari, pada tanggal 13-15 April 2021 di 3 kabupaten yang berbeda yaitu Kab. Hulu Sungai Utara, Kab. Balangan, dan Kab. Tabalong.

04/15/2021 - 08:31
INTENSIFIKASI PENGAWASAN WADAI RAMADHAN

Wadai berasal dari bahasa Banjar yang artinya kue. Banyak jenis wadai yang dijajakan. Pedagang wadai membludak ketika Ramadhan tiba. Hal ini merupakan tradisi masyarakat setempat dalam memaknai suasana Ramadhan. Beberapa jenis wadai dicurigai menggunakan bahan berbahaya. Oleh karenanya, Sebagai Pengawas Obat dan Makanan, BBPOM di Banjarmasin melakukan intensifikasi pengawasan wadai ramadhan dengan isi kegiatan berupa sampling wadai kemudian dilakukan pengujian Formalin, Boraks, Methanyl yellow dan Rodhamin B, serta memberikan edukasi terkait pangan aman.