Home » Node » 46

Penguatan Sistem Pengawasan

Pencapaian / kemajuan untuk area ini yaitu:

1. Pada tahun 2018 Inspektorat Utama telah berperan dalam beberapa pencapaian Badan POM, diantaranya yaitu:
a. Pengawalan laporan keuangan Badan POM sehingga memperoleh Opini WTP dari BPK 4 tahun berturut-turut).
b. Maturitas SPIP Level 3.
c. Tindak Lanjut atas Rekomendasi BPK yang tertinggi di Auditorat Keuangan Negara VI sebesar 88,62%.
d. Indeks Hasil Evaluasi Pelaksanaan RB Tahun 2018 adalah 77,65.
2. Monev hasil pengawasan intern inspektorat utama: 84,69%;
3. Kapabilitass APIP "Level 3 Penuh";
4. Pengembangan aplikasi WBS menjadi web base;
5. Bimtek pelaporan Gratifikasi melalui Aplikasi Gratifikasi On Line kepada seluruh anggota Unit Pengendalian Gratifikasi Pusat dan Daerah melaui Video Conference
6. Sosialisasi Gratifikasi dengan cara Publik Campaign melalui e-money, Penyampaian Buku Peraturan terkait Gratifikasi kepada seluruh BB/BPOM, pembuatan banner kampanye gratifikasi, pembagian buku peraturan gratifikasi pada seluruh unit kerja di Badan POM
7. Sosialisasi peraturan terkait pengendalian Gratifikasi melalui Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Badan POM yang terdapat pada website Badan POM (www.pom.go.id)
8. Sosialisasi Peka BPOM no.20 Tahun 2017 tentang Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan BPOM pada Unit Kerja.
9. Sosialisasi Gratifikasi dan antikorupsi pada Unit Kerja. 
10. Sosialisasi penanganan benturan kepentingan pada Unit Kerja.
11. Pembuatan aplikasi pelaporan benturan kepentingan BPOM secara online berbasis web, yang bisa tracking, user friendly, dan berkomunikasi 2 arah dengan pelapor, disosialisasikan saat pelaksanaan workshop pemantapan Pelaksanaan Manajemen Risiko Badan POM di Jayapura tanggal 1-4 November 2017 yang diikuti oleh satgas SPIP dan manajemen Representatif seluruh unit kerja Badan POM Pusat dan seluruh Balai Besar/Balai POM Daerah.
12. Terdapat 4 Unit Kerja yang berpredikat WBK:
a. Dit. Penilaian Keamanan Pangan
b. Dit. Pengawasan Distribusi PT & PKRT
c. Pusat Informasi Obat dan Makanan
d. BBPOM di Surabaya
13. Unit Kerja telah membangun lngkngan pengendalian, melakukan identifikasi risiko, penilaian risiko, dan menerapkan monitoring risiko
14. Unit Kerja telah melaksanakan tindak lanjut hasil evaluasi PM-EPITE (Penilaian Mandiri Evaluasi Pengendalian Intern Tingkat Entitas).

Rencana Aksi:
1. Melakukan kegiatan Monev secara berkala.
2. Peningkatan Kapabilitas APIP dan Maturitas SPIP Level 3 menuju Level 4. 
3. Pembangunan Unit Kerja berpredikat WBK/WBBM.
4. Pengembangan aplikasi :
a. PM EPITE yang terintegrasi dengan Manajemen Risiko.
b. Whistleblowing System/Penanganan Pengaduan Masyarakat
c. Pelaporan Pengendalian Gratifikasi
d. Pelaporan Penanganan Benturan Kepentingan
e. SIMOLEK DESI (Sistem Monitoring Elektronik dan Dashboard Berkinerja) 
5. Pembangunan Aplikasi pengawasan intern:
a. SIMPATIK (Sistem Informasi Manajemen Pengawasan Teknologi Informatika)
b. SOLUSI (Saluran Online Layanan untuk Konsulatsi)
c. E-Monev RB
d. PM-AKIP (Penilaian Mandiri Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah)
6. Melaksanakan tindak lanjut evaluasi atas:
a. Implementasi PM EPITE yang terintegrasi dengan SPIP dan Manajemen Risiko.
b. Whistleblowing System
c. Pelaporan Pengendalian Gratifikasi
d. Pelaporan Penanganan Benturan Kepentingan
e. ZI WBK/WBBM
f. Penanganan Pengaduan Masyarakat
g. Kapabilitas APIP
7. Workshop Pengendalian Intern atas Pelaporan Keuangan (PIPK) pada Unit Kerja.