8 Area Perubahan



Berita Reformasi Birokrasi BPOM

06/24/2019 - 19:19

Jakarta - Bertempat di Swiss-BelHotel Jakarta, Badan POM menyelenggarakan Pelatihan Eksekutif Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB), 24-27 Juni 2019. Dibuka oleh Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, kegiatan ini diikuti oleh Kepala Balai Besar/Balai POM dan Kepala Kantor Badan POM di kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Hadir dalam acara tersebut Plt. Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif, Reri Indriani dan Plt. Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Tetty Helfery Sihombing.

06/21/2019 - 21:28

Bandung – Dalam rangka pemetaan kompetensi pegawai, seluruh Pegawai Negeri Sipil dengan Jabatan Administrasi Pengawas, Jabatan Fungsional Keahlian dan Keterampilan, serta Jabatan Pelaksana dan Fungsional Umum di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Bandung menjalani penilaian kompetensi teknis, manajerial, dan sosio kurtural, pada Kamis-Jumat (20-21/6/2019).

06/21/2019 - 16:43

Kepada Yth.
Pengguna Layanan Publik Badan POM dengan Fasilitas Pembayaran SIMPONI

Sehubungan dengan kegiatan migrasi Sistem Modul Penerimaan Negara Generasi Kedua (MPN G2) ke Sistem Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN G3) yang akan dilakukan oleh Kementerian Keuangan sesuai pengumuman yang ada pada https://simponikemenkeu.go.id/, dengan ini diberitahukan hal-hal sebagai berikut:

1. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada
    Hari       : Jumat – Sabtu
    Tanggal : 21 – 22 Juni 2019

06/21/2019 - 09:30

Jakarta – Pemerintah telah menunjukkan komitmennya untuk memperkuat pengawasan obat dan makanan dengan membentuk Kantor Badan POM di 40 kabupaten/kota. Momentum ini harus diikuti dengan penguatan sistem manajemen mutu agar pengawasan di daerah berjalan optimal sesuai standar. Salah satunya dengan penerapan Quality Management System (QMS) ISO 9001:2015 yang sudah diimplementasikan di Badan POM Pusat dan Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

 

06/21/2019 - 09:30

Jakarta – Pemerintah telah menunjukkan komitmennya untuk memperkuat pengawasan obat dan makanan dengan membentuk Kantor Badan POM di 40 kabupaten/kota. Momentum ini harus diikuti dengan penguatan sistem manajemen mutu agar pengawasan di daerah berjalan optimal sesuai standar. Salah satunya dengan penerapan Quality Management System (QMS) ISO 9001:2015 yang sudah diimplementasikan di Badan POM Pusat dan Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

 

Pages